MA Tolak Tegas Usul ICW agar Bentuk Tim Internal Periksa Skandal Nurhadi

Andi Saputra - detikNews
Senin, 21 Sep 2020 16:37 WIB
KPK mengumumkan penangkapan tersangka kasus suap-gratifikasi Rp 46 miliar, eks Sekretaris Mahkamah Agung (MA) Nurhadi dan menantunya, Rezky Herbiyono.
Mantan Sekretaris MA Nurhadi Abdurrachman (Foto: Grandyos Zafna/detikcom)
Jakarta -

ICW mengusulkan pembentukan tim internal di Mahkamah Agung (MA) untuk menyelidiki oknum lain di kasus suap yang menjerat mantan Sekretaris MA, Nurhadi Abdurrachman. MA menolak usulan ICW tersebut.

"Menurut MA, ikut menyelidik internal dan membentuk tim di MA terkait kasus Pak Nurhadi, kami rasa tidak perlu," ujar jubir MA, hakim agung Andi Samsan Nganro saat dihubungi detikcom, Senin (21/9/2020).

MA menyerahkan proses tersebut ke aparat penegak hukum. MA menunggu hingga proses di KPK selesai.

"Sebab, perkara Nurhadi sudah ditangani aparat penegak hukum dalam hal ini KPK. Apalagi Pak Nurhadi bukan lagi berstatus sebagai pejabat/pegawai di MA maka sebaiknya kita tunggu saja perkembangan dari proses hukum yang kini sedang berjalan di tangani KPK," ujar Andi.

Sebelumnya, Indonesia Corruption Watch (ICW) menilai seharusnya ada peran aktif pula dari MA membantu KPK dalam perkara ini. Sebab, menurut ICW, terdapat oknum-oknum lain di tubuh MA sebagai institusi yang dulunya memberikan amanah pada Nurhadi sebagai salah satu pejabat tinggi.

"Maka dari itu, ICW dan Lokataru mendesak agar Ketua Mahkamah Agung segera membentuk tim investigasi internal untuk menyelidiki lebih lanjut perihal keterlibatan oknum lain dalam perkara yang melibatkan Nurhadi dan agar kooperatif dan bekerja sama dengan KPK untuk dapat membongkar tuntas perkara korupsi di internal MA," kata peneliti ICW, Kurnia Ramadhana.

Selain itu, ICW juga meminta MA agar bersikap kooperatif. Pada awal Agustus lalu KPK memanggil sejumlah hakim agung tapi MA disebut ICW resisten.

Selanjutnya
Halaman
1 2