Jokowi-Djarot KO di Medan, Sandiaga Bisa Menangkan Bobby?

Datuk Haris Molana - detikNews
Senin, 21 Sep 2020 12:53 WIB
Sandiaga Uno (Foto: Farih Maulana/detikcom)
Sandiaga Uno (Farih Maulana/detikcom)
Medan -

Wakil Ketua Dewan Pembina Gerindra Sandiaga Uno masuk ke tim pemenangan Bobby Nasution-Aulia Rachman di Pilkada Medan. Akankah kehadiran Sandiaga membuat Bobby berbeda nasib dengan mertuanya, Presiden Joko Widodo (Jokowi), dalam pemilihan di Medan?

Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) USU, Dr Muryanto Amin, menilai masuknya Sandiaga ke timses Bobby jadi upaya menarik suara 'fans Sandi' untuk memilih Bobby di pilkada. Menurutnya, masih banyak warga yang memilih karena mengidolakan seorang figur.

"Jadi dengan adanya Sandiaga, misalnya beberapa pemilih-pemilih yang masih punya pengaruh fans dengan Sandiaga itu tertarik untuk memilih. Itu sih. Terus, yang lain-lain juga begitu ini adalah bagian dari upaya untuk bisa menarik pemilih-pemilih Kota Medan yang masih mengidolakan seorang figur," tutur Muryanto, Selasa (21/9/2020).

Dia mengatakan keberadaan Sandiaga yang pernah menjadi calon Wakil Presiden dalam timses di Pilkada Medan adalah hal wajar. Selain itu, Muryanto memberi analisis sendiri tentang keberadaan Sandiaga dan Djarot Saiful Hidayat dalam timses Bobby.

Dia menilai persaingan Sandiaga dan Djarot di Pilkada DKI 2017 tak akan menjadi masalah jika Bobby sebagai calon Wali Kota bisa menjalin kedekatan secara emosional. Sandiaga-Djarot dinilai bisa saja bekerja sama untuk menggaet suara di Pilkada Medan.

"Meskipun Sandiaga dengan Djarot pernah berkompetisi di Pilkada DKI, tapi saat ini Sandiaga bersama Bobby. Itu karena bisa saja Bobby punya hubungan emosional dengan Sandi Uno. Nah, tinggal bagaimana sebetulnya Bobby memainkan cara untuk bisa mendekatkan antara Djarot sebagai Ketua PDIP Sumut dengan Sandi yang orang Jakarta untuk bisa menggaet suara, bekerja bersama sama menggaet suara di Pilkada Medan," tuturnya.

Sekretaris Program Studi S2 Ilmu Politik USU, Heri Kusmanto, menilai masuknya Sandiaga ke Timses Bobby disebabkan kekuatan kapital Sandiaga selaku pengusaha. Sandiaga juga dinilai punya jaringan yang terbangun saat Pilpres 2019 yang bisa saja digerakkan untuk kepentingan Pilkada Medan.

"Sandiaga Uno ini kan juga punya basis suara di kota ini ketika dia juga menjadi atau mencalonkan diri dalam Pilpres yang lalu bersama Pak Prabowo. Jadi, jaringan-jaringan kerja waktu Pilpres itu akan memberikan sumbangan kalau itu akan diikutkan lagi," tutur Heri.

"Jadi, jaringan kapital, jaringan kepengusahaan, kan gitu dan jaringan pada masa pilpres, itu kan bisa diaktifkan kembali," sambungnya.

Sebagai informasi, Sandiaga pernah meraih kemenangan di Medan saat Pilpres 2019. Sandiaga yang saat itu berpasangan dengan Prabowo Subianto unggul dibanding Jokowi-Ma'ruf Amin di Medan.

Jokowi Ma'ruf mendapat 542.221 suara sedangkan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno mendapat 645.209 suara. Bobby sendiri sempat mengaku optimistis nasibnya akan berbeda dengan mertuanya karena didukung oleh Gerindra yang saat Pilpres 2019 mengusung Prabowo-Sandiaga.

Selain Jokowi, Djarot juga kalah di Medan saat menjadi cagub pada Pilkada 2018. Djarot-Sihar kalah dari Edy Rahmayadi-Musa Rajekshah di Medan. Djarot-Sihar saat itu mendapat 357.377 suara, sementara Edy-Ijeck mendapat 551.641 suara.

Tonton video 'Sandiaga Uno Gabung Tim Pemenangan Bobby Nasution di Pilkada Medan':

[Gambas:Video 20detik]

(haf/tor)