Wiku Ingatkan Daerah Zona Merah Selama 2 Minggu: Segera Antisipasi

Tiara Aliya Azzahra - detikNews
Senin, 21 Sep 2020 00:24 WIB
Jubir Satgas Penanganan COVID-19 Wiku Adisasmito.
Foto: Biro Pers Sekretariat Presiden
Jakarta -

Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19 Wiku Adisasmito menyoroti daerah yang merupakan zona merah risiko COVID-19. Apabila daerah tersebut masih berada di zona merah selama 2 minggu, ia meminta agar pemerintah daerah segera siapkan langkah-langkah antisipatif.

"Kalau zona tidak berubah, merah terus dalam 2 minggu saja itu harus antisipasi segera. Penularannya sudah tinggi disitu itu, harus di rem. Jadi kendali Pemda dengan desentralisasi itu kekuatannya justru ada di daerah jadi kalau pusat saja yang lakukan tidak akan cukup karena Pemda yang punya kendali lebih besar," kata kata Wiku saat menjadi pembicara di dalam Webminar Nasional Seri 2 Kelompok Studi Demokrasi Indonesia Strategi Menurunkan COVID-19, Menaikkan Ekonomi secara daring pada Minggu(20/9/2020).

Wiku pun menyadari bahwa peta risiko COVID-19 saat ini sudah tersebar di 309 kabupaten kota di seluruh wilayah Indonesia. Peta risiko itu terdiri dari zona hijau yang risiko penyebaran virusnya rendah, zona kuning yang risikonya sedang hingga zona merah yang risikonya tinggi, dimana kondisinya cenderung berubah-ubah tergantung penambahan kasus COVID-19 per daerah.

"Kalau lihat zonasi ini kondisinya makin lama makin sedikit yang tidak terdampak dan yang risiko tinggi, sedang dan rendah. Ini fluktuatif sekarang lumayan turun risikonya yang merah tapi bisa berpotensi naik lagi kalau kita lengah," sebutnya.

Wiku pun merinci ada sejumlah daerah yang selama berminggu-minggu terus berada di zona merah. Salah satunya adalah DKI Jakarta yang terus berada di zona merah COVID-19 selama 4 minggu berturut-turut. Hal inilah yang menjadikan DKI Jakarta kembali menjalani PSBB total.

"Dan ini adalah kabupaten kota yang berubah dari waktu ke waktu zona risiko seperti DKI, kita amati dari 4 minggu sebelumnya zonanya merah terus seperti ini harus dilihat Pemda. Ini keliatan proses perubahannya dari waktu ke waktu dan makin besar di oranye atau kuning risiko sedangdan rendah spt pendulum saja dan kita harus bisa mendorong ke arah kanan ke arah (atau) hijau," ujarnya.

(isa/isa)