Satgas COVID-19 soal Penanganan Corona: RS Garda Belakang, Rakyat Terdepan

Tiara Aliya Azzahra - detikNews
Minggu, 20 Sep 2020 21:07 WIB
Jubir Satgas Penanganan COVID-19 Wiku Adisasmito
Foto Prof Wiku Adisasmito: Biro Pers Sekretariat Presiden
Jakarta -

Satgas Penanganan COVID-19 bicara mengenai kesiapan rumah sakit (RS) dalam menangani kasus Corona di Indonesia. Satgas mengatakan rumah sakit bukanlah garda terdepan untuk menangani Corona, garda terdepan adalah rakyat sendiri.

"Saya menjawab (kesiapan) rumah sakit tadi, bagaimana (jika) kasus naik terus RS-nya siap apa nggak? Jawaban saya, tidak siap," kata Jubir Satgas COVID-19, Wiku Adisasmito di Webminar Nasional Seri 2 Kelompok Studi Demokrasi Indonesia 'Strategi Menurunkan COVID-19, Menaikkan Ekonomi', Minggu (20/9/2020).

Wiku mengatakan rumah sakit bukanlah garda terdepan bagi penanganan COVID-19. Menurutnya, rakyat Indonesia lah yang seharusnya menjadi garda terdepan dalam menghadapi pandemi ini.

"Jadi Nggak boleh rumah sakit itu dijadikan garda terdepan, itu adalah garda terbelakang, karena yang terdepan itu adalah rakyat sendiri," jelasnya.

Untuk itu, Wiku mengimbau agar warga Indonesia dapat menerapkan protokol kesehatan COVID-19 selama beraktivitas. Sehingga, laju kasus konfirmasi positif virus Corona pun dapat ditekan melalui perubahan perilaku.

"Kalau rakyat sendiri patuh terhadap protokol kesehatan, kasusnya tidak naik maka otomatis kasusnya nggak akan ke RS, nggak akan mampu Indonesia untuk menghadapi ini kalau kasusnya tidak di rem dengan perubahan perilaku," tuturnya.

Sejauh ini, rasio kesembuhan warga Indonesia dari COVID-19 masih naik-turun. Misalnya, Wiku mencontohkan sebelum bulan September rasio kesembuhan mengalami peningkatan hampir 71 persen. Namun, akhir-akhir ini kembali mengalami penurunan.

"Dari kesembuhan ini sudah naik sudah 70,98 persen dan September mulai turun. Nah ini tanda-tanda tidak baik kita harus dorong terus makanya kita nggak boleh lengah karena pandemi ini masih lama. Jadi kondisinya fluktuatif dan bisa saja lama-lama hectic. Maka dari itu kita harus selalu waspada untuk hadapi ini," jelasnya.

(zap/zap)