Wiku Minta Kasus Corona dari Wilayah Nempel DKI Jadi Perhatian

Tiara Aliya Azzahra - detikNews
Minggu, 20 Sep 2020 20:56 WIB
poster
Foto: Edi Wahyono
Jakarta -

Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19 Wiku Adisasmito menyebut kasus konfirmasi positif Corona di Jawa Barat banyak disumbang oleh wilayah Bodebek dengan persentase sampai 70 persen. Untuk itu dia harap bisa jadi perhatian khusus, terutama terhadap wilayah yang menempel dengan DKI Jakarta.

"Kabupaten kota itu beda-beda kita nggak boleh lihat dari Jakarta saja tapi memang episentrum yang tadi disebutkan Gubernur Jabar memang sekitar Jakarta Jabodetabek bahkan Bodebek saja itu kontribusinya 70 persen dari kasus seluruh Jabar. Jadi, itu kasus yang menempel di Jakarta. Jadi itu yang perlu jadi perhatian kita bersama," kata Wiku saat menjadi pembicara di dalam Webminar Nasional Seri 2 Kelompok Studi Demokrasi Indonesia Strategi Menurunkan COVID-19, Menaikkan Ekonomi secara daring pada Minggu (20/9/2020).

Wiku juga memaparkan Pulau Jawa menyumbang 70 persen kasus konfirmasi COVID-19 dalam skala nasional. Wiku menyebut setidaknya ada 5 provinsi yang banyak ditemukan kasus Corona antara lain DKI Jakarta, Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat dan Sulawesi Selatan.

Disisi lain, sejumlah daerah pun dilaporkan memiliki penambahan kasus konfirmasi positif COVID-19 yang cukup rendah.

"Sebenarnya kalau kita lihat dari seluruh kasus yang ada itu Jawa tuh relatif 70 persen kasus di Indonesia," jelasnya.

"Tetapi juga ada beberapa daerah di Indonesia yang kasusnya relatif rendah (yakni) di NTT, Sulteng, Kepulauan Bangka Belitung, Jambi dan Bengkulu. Dan ini adalah daerah yang tetap harus kita jaga," ungkapnya.

Wiku pun menyoroti seharusnya pengendalian Corona harus lebih efektif dijalankan oleh masing-masing daerah. Mengingat pemerintah daerah yang mengetahui kondisi wilayahnya.

"Jadi penangan daerah padat kalau itu dilakukan dengan baik harusnya pengendalian lebih efektif. Berat memang dengan adanya otonomi daerah yang nanti akan sampaikan sebagai tantangan dalam menyelesaikan masalah Indoensia. Karena semuanya nggak bisa diselesaikan lewat pusat tapi justru dari daerah," imbuhnya.

(idn/idn)