Round-Up

Aksi Keji Pria di Makassar Tikam Pengantar Galon Gegara Air Kotor

Tim detikcom - detikNews
Minggu, 20 Sep 2020 09:48 WIB
Penikam pengantar galon di Makassar ditangkap (dok Istimewa)
Penikam pengantar galon di Makassar ditangkap (Foto: Istimewa)
Makassar -

Seorang pria di Kota Makassar, Syamsul Bahri (45), tega menghabisi nyawa Marsel (24), seorang pengantar galon langganannya, gegara kesal karena air galon yang diterimanya kotor. Syamsul, yang dendam, kemudian menikam Marsel hingga tewas.

Awalnya Syamsul yang menerima air galon kotor sempat menelepon korban untuk mengganti galon yang kotor itu dengan galon yang baru, tetapi korban tak cepat respons.

"Datang saja ambil galon tapi tidak dia kembalikan, tidak dia ganti (dengan galon baru), di situ mi jengkel," kata seorang saksi mata di lokasi, Syamsuddin, Senin (14/9/2020).

Karena korban tak kunjung kembali dengan galon yang baru, Syamsul terpaksa pergi ke toko kelontong untuk membeli galon sendiri pada Senin (14/9). Saat itulah dia melihat korban dari kejauhan, Syamsul kemudian buru-buru mengambil badik dan mencari tempat bersembunyi agar bisa menyerang korban dengan tiba-tiba.

Tepat saat korban melintas, Syamsul tak buang waktu, dia langsung mencegat dan melumpuhkan korban di atas motor dengan cara memukul wajah korban berkali-kali. Tak sampai di situ, korban yang belum sempat membalas langsung ditikam oleh pelaku.

"Kan (korban) sementara mengantar galon langsung dihantam di atas motor. Dipukul dulu 3 kali, dihantam mulutnya, mukanya sampai berdarah-darah. Jadi (korban) jatuh itu baru ditikam," ungkap Syamsuddin.

Meski ditikam, korban sendiri tak melakukan perlawanan, dia hanya langsung berdiri dan pergi dari lokasi untuk mencari pertolongan. Namun, hanya sekitar 100 meter, dia kembali tersungkur usai diduga kuat telah kehabisan darah. Korban pun tewas di sebuah lorong depan rumah kos di Jalan Daeng Tata 1, Kecamatan Tamalate, Makassar.

Mengetahui insiden ini, polisi langsung turun tangan dengan melakukan olah TKP di lokasi. Setelah mengetahui dalang di balik tewasnya korban, polisi lalu bergegas ke rumah pelaku di Jalan Bontoduri. Pelaku pun langsung ditangkap.

"Turut diamankan badik lengkap sama sarungnya," kata Kasat Reskrim Polrestabes Makassar Kompol Agus Khairul kepada wartawan, Senin (14/9).

Kepada polisi, Syamsul mengakui aksinya. Dia mengaku memang sangat kesal kepada korban karena tak kunjung datang saat diminta mengganti galon yang airnya kotor. Sekalinya datang mengambil galon, korban tak pernah kembali dengan galon yang baru sehingga Syamsul berubah semakin jengkel bahkan menaruh dendam.

"Jadi antara pelaku dengan korban memang sudah ada dendam, artinya ini gara-gara galon sehingga ada ketersinggungan. Sudah sekian hari ditelepon namun tidak datang. Setelah datang lalu tiba-tiba langsung ditusukkan jatungnya dari belakang," terang Kanit Reskrim Polsek Tamalate AKP Ramli dalam wawancara terpisah.

(nvl/gbr)