Otoritas Soetta Investigasi Viral Wanita Ngaku Dilecehkan saat Rapid Test

Farih Maulana Sidik - detikNews
Minggu, 20 Sep 2020 08:43 WIB
Colour backlit image of the silhouette of a woman with her hands on her head in a gesture of despair. The silhouette is distorted, and the arms elongated, giving an alien-like quality. The image is sinister and foreboding, with an element of horror. It is as if the woman is trying to escape from behind the glass. Horizontal image with copy space.
Ilustrasi (Foto: iStock)
Jakarta -

Seorang wanita berinisial LHI viral di media sosial (medsos) lantaran mengaku mengalami pemerasan dan pelecehan seksual saat menjalani pemeriksaan rapid test di Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng, Banten. Peristiwa itu menjadi perhatian khusus otoritas Bandara Soekarno-Hatta (Soetta) untuk melakukan investigasi.

Executive General Manager Bandara Soekarno-Hatta, Agus Haryadi, sangat menyesalkan adanya informasi dugaan pemerasan dan pelecehan di Bandara Soetta. Menurut Agus, otoritas bandara akan terbuka dalam penyelidikan pihak kepolisian untuk pengecekan CCTV dan lainnya.

"Kami sangat memberikan perhatian penuh terhadap adanya informasi ini. Kami siap bekerja sama dengan seluruh pihak termasuk sudah berkoordinasi dengan Polres Bandara Soekarno-Hatta yang saat ini tengah melakukan penyelidikan mengenai hal ini," kata Agus dalam keterangan tertulis yang dibagikan kepada wartawan, Sabtu (19/9/2020).

Agus berharap kejadian serupa tidak terulang di lain waktu. Dia meminta semua pihak terkait untuk sama-sama menjaga nama baik Bandara Soetta.

"PT Angkasa Pura II sangat berharap hal ini tidak berulang kembali. Bersama-sama, PT Angkasa Pura II dan stakeholder harus menjaga reputasi Bandara Soekarno-Hatta," katanya.

PT Kimia Farma Diagnostika selaku penyedia layanan rapid test di Teminal 3 Bandara Soetta dan PT Angkasa Pura II (Persero) selaku pengelola bandara memberikan perhatian penuh atas peristiwa yang terjadi. Adanya kejadian itu, otoritas bandara dan penyedia layanan rapid tes tengah melakukan investigasi internal dan penumpang bersangkutan telah dihubungi oleh perseroan.

"PT Kimia Farma Diagnostika telah menghubungi korban atas kejadian yang dilakukan oleh oknum tersebut." ujar Direktur Utama PT Kimia Farma Diagnostika, Adil Fadilah Bulqini.

"PT Kimia Farma Diagnostika akan membawa peristiwa ini ke ranah hukum atas tindakan oknum tersebut yang diduga melakukan pemalsuan dokumen hasil uji rapid test, pemerasan, tindakan asusila dan intimidasi," sambungnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2