Hubungan Guru-Murid Habiburokhman dan Poyuono

Nur Azizah Rizki Astuti, Rahel Narda Chaterine - detikNews
Sabtu, 19 Sep 2020 11:17 WIB
Habiburokhman dan Arief Poyuono
Habiburokhman dan Arief Poyuono (Mindra Purnomo/detikcom)
Jakarta -

Duo politikus Partai Gerindra, Habiburokhman dan Arief Poyuono, terlibat perdebatan panas selama sepekan terakhir. Perdebatan itu pun diwarnai narasi soal guru dan murid di antara keduanya.

Soal hubungan guru dan murid ini awalnya dilontarkan Habiburokhman saat menjelaskan candaannya yang seolah 'lupa' dengan Poyuono ketika disinggung soal kepengurusan baru Gerindra. Kala itu Habiburokhman menyebut Poyuono sebagai mantan murid politiknya yang kini sudah menjadi orang besar.

Sebutan 'murid Habiburokhman' ini rupanya membuat Poyuono bertanya-tanya. Ia mengaku selama ini gurunya adalah Tuhan. Poyuono seolah keberatan kala Habiburokhman menyebutnya sebagai murid.

"Kan kata dia (Habiburokhman), saya muridnya. Ya murid apa ya, saya nggak pernah punya guru. Guru saya itu Tuhan, ya itu yang membimbing saya selama ini. Saya tidak bicara guru, tidak bicara murid. Biar semua yang tahu, saya dengan dia itu, siapa saya, siapa dia. Tidak mau keluar dari mulut saya," kata Poyuono kepada detikcom, Kamis (17/9/2020).

Habiburokhman pun menceritakan soal sebutan guru-murid itu. Hal itu bermula dari kedekatan mereka saat sama-sama menjadi aktivis '98. Habiburokhman mengklaim kala itu dia lebih 'berpengalaman' dari Poyuono.

Habiburokhman berkisah saat itu Poyuono bertanya bagaimana caranya menggelar konferensi pers terkait dengan bidang aktivitas Poyuono. Habiburokhman, yang menyebut dirinya sudah lebih dulu dikenal sebagai advokat, lalu mengajari Poyuono bagaimana berinteraksi dengan media.

"Ya iyalah, Mas Poyu, dulu itu kan aktivis biasa gitu lho, sementara saya sudah cukup dikenal di advokat publik, ya kan. Itu kan kita juga saling inilah, saya bantu dia. Apa ya, (misal) 'waduh ini gue mau konferensi pers, gimana caranya ya?'. Dia bilang begitu. 'Oh tenang, gua ajarin, kalau konferensi pers begini... begini...'. (Poyuono) 'harus bayar nggak wartawannya?'. (Habiburokhman) 'oh nggak ada'. Dari aktivis ya mau masuk ke partai politik. Itu yang banyak saya ajarkan ke dia gitu," kata Habiburokhman saat berbincang, Jumat (18/9/2020).

Diketahui, Habiburokhman lebih dikenal sebagai ahli di bidang hukum, hingga diamanahi jabatan Ketua Bidang Hukum saat dirinya pertama kali bergabung dengan Gerindra. Sementara itu, Poyuono, yang bergabung bersamaan dengan Habiburokhman, lebih fokus ke bidang ketenagakerjaan dan kaum buruh.

Poyuono juga menjabat Ketua Bidang Ketenagakerjaan saat pertama kali bergabung dengan Gerindra pada 2008. Meski bergabung pada waktu bersamaan, Habiburokhman mengakui Poyuono-lah yang lebih dulu mengenal Ketum Gerindra Prabowo Subianto.

Kembali ke soal guru-murid, Poyuono di sisi lain mengaku tak mau asal klaim. Menurutnya, Prabowo lebih tahu soal dirinya dan Habiburokhman.

"Ya tinggal lihat saja jejak digitalnya. Kan ada gitu kan. Saya tidak mau mengklaim. Saya dikatakan murid ya nggak apa-apa, ya kan. Dia mengatakan guru saya di depan Prabowo, ya nggak apa-apa. Prabowo kan tahu siapa saya, siapa Habib. Jadi nggak pentinglah bagi saya siapa guru atau murid," ujar Poyuono.

Tonton juga video 'Ajak Bendahara Gerindra Baku Bunuh, Pejabat Pemprov Sulteng Jadi Tersangka':

[Gambas:Video 20detik]



Selanjutnya
Halaman
1 2