Sosialisasi Protokol Kesehatan, Kasatpol PP Mamasa Malah Dipolisikan

Abdy Febriady - detikNews
Jumat, 18 Sep 2020 21:24 WIB
Pedagang mempolisikan Kasatpol PP Mamasa karena merasa terancam saat terjadi operasi penertiban protokol kesehatan (Abdy Febriady/detikcom)
Foto: Pedagang mempolisikan Kasatpol PP Mamasa karena merasa terancam saat terjadi operasi penertiban protokol kesehatan (Abdy Febriady/detikcom)
Mamasa -

Kepala Satpol PP Kabupaten Mamasa, Welem, dipolisikan seorang pedagang sayur bernama Oktovianus. Oktovianus merasa terancam dengan sikap Kasatpol PP bersama sopirnya dalam operasi sosialisasi penggunaan masker.

"Yang saya laporkan hari ini, yaitu Bapak Welem dan sopirnya yang telah melakukan pengancaman terhadap saya dengan menggunakan kayu dan dan benda tajam yaitu parang," kata Oktavianus saat dijumpai di Mapolres Mamasa, Jumat (18/9/2020).

Dia mengatakan insiden bermula saat dirinya dan beberapa penjual sayur mobil lainnya sedang berjualan di Jalan Emmy Saelan, Kelurahan Mamasa, pagi tadi. Dia mengatakan Welem marah dan hendak memukulnya. Oktavianus mengaku dirinya memakai masker.

"Pak Welen sudah tiga kali lewat di sekitar tempat saya menjual melakukan imbauan untuk memakai masker, tetapi yang ada di situ semua memakai masker, tidak ada yang tidak memakai masker. Tiba-tiba Pak Welem turun dari mobilnya dengan nada marah ke arah saya dan mau memukul saya," terangnya.

Dia mengatakan Welem sempat mencoba menyerangnya menggunakan kayu namun digagalkan warga lain yang berada di lokasi kejadian. Sementara sang sopir menendangnya hingga mengenai bagian perut.

Oktovianus mengaku heran Welem tiba-tiba emosi. Dia mengatakan sesaat sebelum kejadian dirinya hanya menyatakan semua orang memakai masker.

"Saya hanya mengatakan di sini tidak ada yang tidak memakai masker, semua memakai masker, tunjukkan yang tidak memakai masker, tetapi Pak Welem sudah dalam keadaan emosi," ungkapnya.

Sementara itu, Kasatpol PP Mamasa Welem membantah jika saat dilakukan patroli Oktovianus dan pedagang sayur lainnya sudah memakai masker. Dia mengatakan ada pihak yang memprovokasi hingga berusaha menyerangnya.

"Pada saat di jalan di perempatan tiga kami menemui masyarakat penjual sayur yang tidak memakai masker, nanti dia liat mobil baru pakai masker. Pada saat tidak dilihat mobil mereka tidak memakai masker, tiga kali kami memutar di situ keadaannya seperti begitu," ujar Welem kepada wartawan.

"Tapi begitu saya turun pelapor langsung menunjuk-nunjuk saya, sehingga banyak yang mulai memanas-manasi, entah bagaimana, sehingga dia mulai mengambil ancang-ancang untuk menyerang saya. Sehingga saya mengelak bagaimana agar mereka tidak melanjutkan penyerangan itu, saya ambil batang kayu, dengan maksud agar mereka tidak menyerang terus, sehingga terjadi keributan dan adu mulut," sambungnya.

Welem juga mengaku tidak melihat adanya aksi penendangan sang sopir seperti yang disampaikan Oktavianus.

"Saya tidak ada lihat pengancaman karena pada saat kejadian dia (pelapor) mau menyerang saya, tetapi anak buah saya masa mau tinggal diam saja, kalau melihat komandannya mau diserang," tandasnya.

Welem mengatakan dirinya tidak pernah berniat mengganggu aktivitas warga yang sedang berjualan. Dia berharap warga mematuhi protokol kesehatan yang ditetapkan oleh pemerintah.

"Saya sampaikan anda semua di sini tidak pernah saya ganggu untuk tidak berjualan di sini, tetapi paling tidak, ikuti protokol kesehatan yang ditetapkan oleh negara," ungkapnya.

Sosialisasi yang dilakukan Satpol PP Mamasa dalam rangka penegakan Peraturan Bupati Nomor 20 Tahun 2020 tentang Penerapan Disiplin dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan. Dalam Perbup tertuang, warga yang kedapatan tidak memakai masker saat bepergian akan dikenakan denda dengan besaran Rp 50 ribu hingga Rp 2 juta rupiah. Rencananya, Perbup ini akan diterapkan secara efektif mulai 1 Oktober mendatang.

Kasus ini telah dalam penanganan polisi. Polisi akan mengumpulkan bukti dan meminta keterangan saksi, untuk mengungkap kebenaran peristiwa dugaan pengancaman ini.

"Kami sudah menerima laporannya, prosesnya sementara kami tangani. Info dari anggota, terlapornya termasuk Kasatpol PP," kata Kasat Reskrim Polres Mamasa Iptu Dedi Yulianto melalui pesan singkat.

(jbr/jbr)