Kejagung Tepis Anggapan Pelimpahan Berkas Pinangki Terburu-buru

Wilda Nufus - detikNews
Jumat, 18 Sep 2020 21:21 WIB
Jampidsus Ali Mukartono saat Konpers (Tiara Aliya-detik)
Foto: Jampidsus Ali Mukartono saat Konpers (Tiara Aliya/detikcom)
Jakarta -

Kejaksaan Agung (Kejagung) menepis anggapan terkait perampungan berkas jaksa Pinangki Sirna Malasari yang dinilai tergesa-gesa untuk dilimpahkan ke pengadilan. Kejagung lantas menyindir anggapan itu dengan penilaian kinerja lamban yang selama ini ditujukan ke Korps Adhyaksa itu.

"Susah kan saya, dulu katanya dituduh lelet, terlambat, sekarang ke pengadilan dianggap buru-buru, susah saya," kata Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejagung, Ali Mukartono kepada wartawan di kantornya, Jalan Sultan Hasanuddin, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat (18/9/2020).

Tak hanya itu, Ali kerap kali mendengar penilaian dari masyarakat tentang penanganan kasus Djoko Tjandra oleh kepolisian yang dinilai jauh lebih cepat dibanding Kejagung. Namun, saat pihaknya kini telah bergerak menuju persidangan, anggapan terburu-buru justru tertuju ke Kejagung.

"Dulu katanya polisinya lebih cepat, kita dianggap lambat, lelet. Sekarang sudah ke pengadilan, bagaimana," imbuhnya.

Diberitakan sebelumnya, Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) menilai Kejaksaan Agung (Kejagung) RI tergesa-gesa dalam melimpahkan perkara kasus dugaan penerimaan suap dan tindak pidana pencucian uang (TPPU) Pinangki Sirna Malasari. Menurut MAKI, cepatnya berkas perkara jaksa dilimpahkan terkesan menimbulkan kejanggalan.

"Justru itulah saya datang ke sini (KPK) karena memang menemukan kejanggalan karena nampak buru-buru itu menutupi pihak-pihak lain," kata Koordinator MAKI, Boyamin Saiman, kepada wartawan di gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Jumat (18/9).

Boyamin menduga pihak lain yang seakan ditutup-tutupi itu memiliki jabatan lebih tinggi dari jaksa Pinangki. Meski begitu, Boyamin belum bisa menyebut siapa sosok pemilik jabatan itu.

"Pihak-pihak lain itu bisa yang lebih besar dan lebih tinggi jabatannya," ucap Boyamin.

"Jadi pelimpahan ini nampaknya untuk melokalisir di Pinangki saja," sambungnya.

Diketahui, Kejagung telah melimpahkan berkas perkara kasus dugaan suap dan gratifikasi jaksa Pinangki Sirna Malasari ke Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat. Pinangki akan segera disidang.

"Hari ini Kamis, 17 September 2020, tim jaksa penuntut umum pada Direktorat Penuntutan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Agung RI bersama-sama dengan tim jaksa penuntut umum dari Kejaksaan Negeri Jakarta Pusat, melimpahkan berkas perkara tindak pidana korupsi (tipikor) dan tindak pidana pencucian uang (TPPU) atas nama terdakwa Pinangki Sirna Malasari (PSM) ke Pengadilan Tindak Pidana Korupsi pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat," kata Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum Kejagung) Hari Setiyono dalam keterangan pers tertulis, Kamis (17/9).

(isa/isa)