Pilu Sopir Bus Sekolah Antar Pasien Corona ke Wisma Atlet: Banyak Anak-anak

Muhammad Ilman Nafian - detikNews
Jumat, 18 Sep 2020 20:50 WIB
Sopir Bus Sekolah yang mengantar pasien Corona ke Wisma Atlet sejak pandemi
Foto: Bus Sekolah yang mengantar pasien Corona ke Wisma Atlet sejak pandemi (dok. istimewa)
Jakarta -

Bus Sekolah milik Pemprov DKI Jakarta yang semula diperuntukan mengantar-jemput siswa dan siswi kini beralih fungsi menjadi pengantar pasien Corona (COVID-19) dari puskesmas ke Wisma Atlet. Salah satu sopir Bus Sekolah yang bertugas mengantar pasien Corona, Sukoco (30) mengaku sedih lantaran pasien yang diantarnya berusia anak-anak.

"Ada sedih, ngeliat itu sedih banyak yang anak di bawah usia, 3 tahun empat tahun, 6 tahun. Itu banyak," ujar Sukoco kepada detikcom lewat sambungan telepon, Jumat (18/9/2020).

Menurutnya, anak-anak yang terpapar virus Corona rata-rata ibunya juga positif Corona. "Ada yang satu keluarga, ibu sama anak. Bapaknya nggak kena," katanya.

Selain itu, Sukoco menceritakan perjuangan para sopir Bus Sekolah yang bertugas menjemput pasien Corona. Mereka bekerja hampir 24 jam.

"Kalau kita dari jam 4 pagi sudah absen, kalau sopir COVID 24 jam (siaga)," ucap Sukoco.

Tak hanya itu, para sopir juga harus berjuang menahan panas ketika menggunakan hazmat. Mereka paling lama menggunakan hazmat selama 6 jam.

"Rasanya nahan kayak puasa. Nggak bisa minum, nggak bisa makan. Nahan buang air juga, panas yang jelas, napas kita sesak. Agak susah napas," ungkap dia.

Sopir Bus Sekolah yang mengantar pasien Corona ke Wisma Atlet sejak pandemiFoto: Sopir Bus Sekolah, Sukoco dan rekannyab usai mengantar pasien Corona ke Wisma Atlet (dok. istimewa)

Pria yang sudah menjadi sopir Bus Sekolah sejak 2016 itu mengaku dirinya rata-rata menjemput pasien COVID-19 satu hingga dua kali dalam sehari. Dalam sekali jemput, biasanya ada 18 hingga 19 pasien COVID-19 yang diantar ke Rumah Sakit Darurat Wisma Atlet.

"Kita maksimal dua kali (antar), dua tempat, tapi keseringan satu. Rata-rata hampir 10 (pasien) ke atas, 18-19 orang," tutur dia.

Setelah mengantar pasien, Bus Sekolah tidak langsung kembali ke pangkalan. Tapi masuk ke tempat pembersihan limbah berbahaya di Sunter, Jakarta Utara. Di situ, baju hazmat yang dikenakan para sopir dibuang serta bus dilakukan pembersihan.

Di masa PSBB ini, kata Sukoco, bus sekolah mengantarkan pasien COVID-19 ke RS Darurat Wisma Atlet sebanyak 300 orang dalam sehari. Dia sendiri sudah bertugas mengantar pasien Corona sejak Maret lalu.

"Ini benar-benar zona merah banget kalau ini, mulai hari Senin sudah 300-an lebih (pasien COVID-19 diantar ke Wisma Atlet). Ini termasuknya parah ini, Jakarta," imbuh Sukoco.

Tonton video 'Bus Sekolah Dipakai Evakuasi Pasien Corona, Ini Penjelasan Pemprov':

[Gambas:Video 20detik]



(man/aud)