Bakamla Ingatkan, Selain Natuna Ada 9 Batas Laut RI Belum Tuntas

Deden Gunawan - detikNews
Jumat, 18 Sep 2020 20:30 WIB
Kepala Bakamla Laksdya Aan Kurnia
Kepala Bakamla Marsekal Madya Aan Kurnia (Foto: Rakean R Natawigena/20detik)

Luas laut yurisdiksi nasional mencapai 5,9 juta kilometer persegi. Batas maritim terdiri atas laut wilayah (laut teritorial), batas ZEE, dan batas landas kontinen. Penentuan batas tersebut sangat penting untuk menegakkan kedaulatan dan hukum Indonesia di wilayah lautan.

Beberapa masalah perbatasan laut terdapat dengan Malaysia di empat segmen perbatasan, Singapura di segmen Selat Singapura Timur, Filipina dengan pembahasan ZEE, Palau berupa garis batas ZEE, dan Timor Leste masih menunggu selesainya perundingan batas darat.

Di wilayah-wilayah tersebut, kata Aan, Bakamlah menjalan Grey Zone Operation. Karena di sana situasi yang damai sewaktu-waktu bisa eskalatif. "Untuk itu kami mengedepankan kapal-kapal pemerintah, bukan kapal perang," ujarnya.

Selama ini, China menjalankan taktik seperti itu di Natuna Utara. Mereka mengedepankan kapal-kapal nelayan tapi di dalamnya ada China Maritime Militia. "Mereka para nelayan yang sangat militant karena sudah dididik bela negara," Aan menegaskan.

Di lapis kedua baru ada kapal coast guard, dan di belakangnya kapal perang AL. Dengan taktik seperti itu, aksi mereka di perairan yang sebetulnya merupakan kedaulatan Indonesia tidak dipersoalkan dunia Internasional karena yang di depan adalah kapal-kapal sipil.

Halaman

(deg/jat)