Ikan Pesut Masuk ke Sungai di Riau, BBKSDA Lakukan Evakuasi

Chaidir Anwar Tanjung - detikNews
Jumat, 18 Sep 2020 19:55 WIB
Dua ekor Pesut berhasil terpantau saat sedang berenang di Sungai Mahakam, Kecamatan Muara Kaman, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, Sabtu (13/5). Tim Monitoring Pesut Mahakam yang terdiri dari WWF Indonesia, Komunita Save The Mahakam Dolphin dan Komunitas Pencinta Alam Damai (Kompad) berhasil menemukan keberadaan pesut saat melakukan survey untuk mengetahui sebaran populasi pesut tersebut. ANTARA FOTO/Sugeng Hendratno/jhw/foc/17.
Ilustrasi ikan pesut. (Foto: ANTARA FOTO/Sugeng Hendratno)
Pekanbaru -

Seekor ikan pesut masuk ke anak sungai kecil di Kecamatan Langgam, Kabupaten Pelalawan. Tim gabungan saat ini tengah berusaha untuk mengevakuasi ikan yang terpisah dari kelompoknya itu.

"Kita saat ini masih memantau di lokasi. Ikan pesut ini berada di aliran sungai kecil di Desa Segati, hanya satu ekor. Ikan ini mengalami disorientasi, yang terpisah dari kelompoknya," kata Kepala Bidang Wulayah II, Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau, Andri Hansen Siregar kepada detikcom, Jumat (18/9/2020).

Hansen menyebutkan untuk melakukan evakuasi ikan pihaknya bekerja sama dengan Balai Pengelolaan Sumberdaya Pesisir dan Laut (BPSPL) Kementerian Keluatan yang ada di Pekanbaru. Selain itu didukung para pencinta dolpin yang datang dari Jakarta.

"Masyarakat setempat juga kooperatif untuk membantu tim di lapangan. Masyarakat saat ini ramai di lokasi untuk bisa melihat lebih dekat dengan ikan pesut tersebut," kata Hansen.

Menurut Hansen ikan pesut ini awalnya terlihat pada Senin (14/9) oleh nelayan yang lagi memancing di Desa Tambak di aliran sungai tersebut. Kini posisi pesut berada di aliran sungai di Desa Segati. Tim yang memantau sempat beberapa kali melihat kemunculan ikan pesut tersebut.

"Kita menyimpulkan, kondisi pesut ini dalam kondisi sehat. Tetapi dia memang mengalami disorientasi sehingga dia masuk ke aliran sungai kecil. Padahal biasanya ikan ini memiliki sonar yang bagus sehingga selalu berkelompok. Nah, dalam kasus pesut tersebut, dia terpisah dari kelompoknya," kata Hansen.

Saat ini tim sudah memasang jaring di bagian hulu dan hilir sungai tersebut. Hanya saja, tadi malam air pasang sangat tinggi sehingga diperkirakan pesut telah melangkahi jaring sehingga posisinya dari awal sekitar 2 km ke bagian hulu sungai.

"Dibandingkan hari-hari sebelumnya, pesut ini semakin lincah. Kita masih berusaha untuk bisa menggiringnya sehingga bisa kita evakuasi dari lokasi. Sebab, lokasi sungai ini rawan akan benturan karena tidak terlalu lebar. Harus hati-hati jangan sampai saat evakuasi dia terbentur ke sisi sungai, di mana bagian kepalanya sangat sensitif," tutup Hansen

(cha/idn)