Pimpinan DPR: Rangkap Jabatan Komisaris BUMN Akibatkan Kerja Tak Efektif

Rolando Fransiscus Sihombing - detikNews
Jumat, 18 Sep 2020 18:21 WIB
Sufmi Dasco Ahmad
Foto: Sufmi Dasco Ahmad (Ari Saputra)
Jakarta -

Wacana penghapusan tradisi rangkap jabatan komisaris BUMN sampai ke telinga pimpinan DPR RI. Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad menilai rangkap jabatan komisaris BUMN menimbulkan kinerja jadi tak efektif.

"Ya memang saya dengar Komisi VI sedang membahas, dan kami sepakat bahwa rangkap jabatan itu akan mengakibatkan ketidakefektifan dalam melakukan pekerjaan," kata Dasco di kompleks gedung MPR/DPR, Senayan, Jakarta, Jumat (18/9/2020).

Wacana agar tradisi rangkap jabatan komisaris BUMN dihapus mencuat pertama kali dari usulan Anggota Komisi VI DPR RI F-Golkar Lamhot Sinaga. Menurut Dasco, rangkap jabatan yanh seharusnya lebih produktif justru akhirnya menimbulkan hambatan.

"Karena rangkap jabatan itu saya pikir seharusnya lebih produktif, tapi karena rangkap jabatan itu kemudian menjadi hambatan tersendiri," ujar politikus Gerindra ini.

Oleh karena itu, Dasco menilai lebih baik rangkap jabatan komisaris BUMN ditiadakan.

"Toh kan biayanya juga keluar. Kalau saya pikir lebih baik ditiadakan rangkap jabatannya," imbuhnya.

Sebelumnya, Anggota Komisi VI DPR RI Lamhot Sinaga mengusulkan agar dengan adanya RUU Nomor 19 Tahun 2003 tentang BUMN maka tradisi rangkap jabatan komisaris BUMN bisa segera dihapuskan. Ia tidak ingin ada komisaris yang bisa merangkap jabatan di BUMN sampai 3 atau lebih jabatan dalam satu periode masa kerja sekaligus.

"Mengenai rangkap jabatan tadi sempat disinggung. Saya juga mengusulkan di dalam UU ini jangan lagi ada seseorang katakanlah misalnya dia sudah komisaris di BUMN A lalu dia komisaris di BUMN B, dan BUMN C sampai bisa seseorang merangkap jabatan komisaris di 3 BUMN. Nah ini juga saya kira harus dijawab nanti oleh UU ini," ujar Lamhot dalam RDP di Gedung DPR RI, Kamis (17/9).

Tonton video 'Tradisi Rangkap Jabatan Komisaris BUMN Dihapuskan, Ini Tanggapan DPR':

[Gambas:Video 20detik]



(rfs/zak)