4 Hari Operasi Yustisi, 22.801 Pelanggar Protokol COVID di DKI Ditindak

Yogi Ernes - detikNews
Jumat, 18 Sep 2020 14:10 WIB
Sejumlah warga terjaring razia dalam operasi yustisi pencegahan COVID-19 di kawasan Sunter, Jakarta Utara. Mereka yang terjaring langsung disidang di tempat.
Foto: Pradita Utama/detikcom
Jakarta -

Operasi yustisi yang digelar Polda Metro Jaya bersama jajaran TNI san Satpol PP DKI Jarta sudah memasuki hari keempat. Selama 4 hari operasi yustisi itu, sudah ada 22.801 pelanggar protokol kesehatan yang ditindak di DKI Jakarta, Depok, Tangerang, dan Bekasi.

"Laporan hasil akumulatif operasi yustisi Polda Metro Jaya dan jajaran tanggal 14-17 September 2020, total sanksi berjumlah 22.801 orang," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus dalam keterangan tertulis kepada wartawan, Jumat (18/9/2020).

Dari total 22.801 pelanggar, 13.562 orang diberi sanksi sosial dan sisanya didenda.

"Sanksi denda administratif berjumlah 1.288 orang," imbuhnya.

Selain itu, sejumlah nominal uang terkumpul dari denda penindakan pelanggar operasi yustisi tersebut. Total, ada Rp 191.253.500 yang terkumpul selama 4 hari penindakan.

Seperti diketahui, operasi yustisi mulai digelar awal pekan ini. Operasi yustisi yang digelar aparat gabungan TNI-Polri, Satpol PP, Kejaksaan, Hakim, bertujuan untuk meningkatkan kedisiplinan masyarakat terkait protokol kesehatan.

Menurut Yusri, tim gabungan tersebut terdiri dari TNI-Polri, pemerintah daerah, hingga personel kejaksaan dan pengadilan. Seluruh elemen tersebut bertugas mengawasi serta menindak pelanggar protokol kesehatan di masa PSBB DKI Jakarta.

Di wilayah hukum Polda Metro Jaya sendiri, sebanyak 6.800 personel gabungan telah disiapkan untuk mengawasi operasi yustisi. Sebanyak 6.800 personel itu terdiri dari 700 dari Pemda, 50 jaksa, 50 pengadilan, 3.000 TNI, dan 3.000 Polri.

(mea/mea)