Dulu, Megawati hingga Amien Rais Kompak Desak Pam Swakarsa Bubar

Danu Damarjati - detikNews
Jumat, 18 Sep 2020 08:33 WIB
Deklarasi Ciganjur, November 1998 (Repro buku Gerak dan Langkah)
Deklarasi Ciganjur, November 1998 (Repro buku Gerak dan Langkah)
Jakarta -

Polri menjamin Pam Swakarsa era kini bukanlah seperti Pam Swakarsa yang dulu, meskipun namanya sama. Ngomong-ngomong soal Pam Swakarsa era 1998, kelompok pro-pemerintahan Presiden BJ Habibie itu ditolak oleh banyak tokoh politik.

Pada momen itulah nama-nama besar, seperti Megawati Soekarnoputri dan Amien Rais, kompak seia sekata. Kesepakatan mereka tertuang di Ciganjur.

Saat itu, 10 November 1998, Sidang Istimewa MPR digelar. Presiden BJ Habibie dan anggota parlemen membahas pemilu selanjutnya serta agenda pemerintahan.

Di luar kompleks parlemen, mahasiswa dan kelompok pro-demokrasi masih berdemonstrasi. Mereka mendapat perlawanan dari Pam Swakarsa, yakni kelompok sipil yang mendukung Presiden BJ Habibie serta mengamankan jalannya Sidang Istimewa MPR kala itu. Bentrokan Pam Swakarsa versus demonstran tak terhindarkan di era awal reformasi itu.

Lewat buku 'Bersaksi di Tengah Badai', Wiranto bercerita soal peristiwa politik kala itu. Wiranto saat itu adalah Menteri Pertahanan dan Keamanan-Panglima ABRI (Menhankam-Pangab).

Peristiwa politik itu adalah Deklarasi Ciganjur. Pada 10 November 1998, empat tokoh inti bertemu, yakni Abdurrahman Wahid (Gus Dur), Amien Rais, Megawati, dan Sri Sultan Hamengkubuwono X. Ada pula tokoh-tokoh lain. Semuanya berkumpul di kediaman Gus Dur, di Ciganjur, Jakarta Selatan.

"Saya sangat menyadari bahwa para tokoh yang berkumpul di Ciganjur itu sudah dianggap sebagai representasi dari beberapa kelompok besar masyarakat kita, sehingga dapat dikatakan sebagai kepemimpinan de facto pada saat itu yang memiliki pengaruh kuat di komunitas pendukungnya," kata Wiranto dalam buku itu.

Tonton video 'Polri Tepis Isu Pam Swakarsa Dikaitkan dengan Era 98':

[Gambas:Video 20detik]



Selanjutnya
Halaman
1 2