Round-Up

Kritik Sasar Anies Gegara Jenazah Sekda Dibawa Masuk Balai Kota

Tim detikcom - detikNews
Jumat, 18 Sep 2020 07:10 WIB
Anies dan ASN beri penghormatan terakhir ke almarhum Saefullah (Ilman/detikcom)
Foto: Anies dan ASN beri penghormatan terakhir ke almarhum Saefullah (Ilman/detikcom)
Jakarta -

Kritik menyesar Gubernur Anies Baswedan usai menggelar penghormatan terakhir untuk jenazah Sekda DKI, Saefullah di Balai Kota Rabu kemarin. Anies dinilai harusnya segera memakamkan jenazah Sekda yang meninggal karena terpapar Corona.

Pemprov DKI Jakarta pada Rabu (16/9/2020) siang melepas jenazah Saefullah di Balai Kota Jakarta. Sejumlah pejabat Pemprov, DPRD DKI dan Aparatur Sipil Negara (ASN) hadir di Pendopo Balai Kota, untuk memberikan penghormatan terakhir terhadap jenazah yang berada di dalam ambulans.

Namun upacara penghormatan itu mendapatkan kritik dari Forum Warga Kota Jakarta (FAKTA). Melalui Azas Tigor Nainggolan yang menjabat sebagai ketua FAKTA, kritik itu disampaikan.

"Seseorang yang positif Corona seharusnya langsung dibawa dan dimakamkan segera sesuai protokol kesehatan masa pandemi COVID-19," kata Ketua FAKTA, Azas Tigor Nainggolan, dalam keterangannya, Kamis (17/9/2020).

Azas lalu bertanya alasan penghormatan terakhir itu dilakukan di Balai Kota. Menurutnya penghormatan harusnya dilakukan di rumah sakit demi mencegah risiko penularan.

"Kenapa jenazah Pak Saefullah, Sekda Jakarta, yang meninggal kenapa dibawa ke Balai Kota? Bukannya jenazah yang meninggal karena positif COVID-19 langsung dimakamkan ke TPU? Jika memang ingin memberi penghormatan terakhir, kenapa tidak Anies Baswedan sebagai Gubernur Jakarta yang datang menghampiri jenazah almarhum ke rumah sakit?" ucap Azas.

Dia menilai pelepasan jenazah itu menimbulkan kerumunan. Lalu Azas berbicara bahaya penularan Corona di kumpulan massa.

"Saat di Balai Kota, terjadi penumpukan dan kerumunan orang yang datang ingin melihat memberi penghormatan ke almarhum. Jelas kejadian tadi menjadi klaster penyebaran COVID-19. Perilaku kesombongan Anies sebagai atasan terhadap bawahannya ini sangat membahayakan menyebarkan COVID-19 dan melanggar hukum," ucap Azas.

"Sikap ini juga membuktikan bahwa Anies Baswedan tidak peduli dan tidak memiliki komitmen melindungi warga Jakarta," ucap Azas.

Selanjutnya
Halaman
1 2