IDI Soroti Viral Wanita Pakai Masker di Dagu, Aparat Jangan Kaku

Yulida Medistiara - detikNews
Kamis, 17 Sep 2020 19:39 WIB
Portrait of young woman putting on a protective mask for coronavirus isolation
Ilustrasi Pakai Masker (iStock)
Jakarta -

Aturan mengenai memakai masker meski tengah berada di dalam mobil sendirian menjadi polemik. Baru-baru ini viral seorang wanita di dalam mobil dikenai sanksi ketika berkendara di mobil sendirian lantaran menurunkan maskernya ke dagu. IDI DKI Jakarta meminta agar aparat jangan kaku menafsirkan aturan.

"Jadi begini... aparat itu jangan terlalu kaku dalam menterjemahkan peraturan bahwa yang dimaksud penggunaan masker yang melanggar peraturan itu yang di depan umum atau di mobil umum atau transportasi umum," kata Ketua IDI DKI Jakarta Slamet Budiarto saat dihubungi, Kamis (17/9/2020).

Menurutnya, meski ada aturan yang mengatur pengendara bermotor wajib memakai masker, Slamet menilai ketentuan wajib menggunakan masker itu bagi yang menaiki transportasi umum. Aturan tersebut, menurut Slamet, semestinya tak bisa dikenakan bagi masyarakat yang menggunakan mobil pribadi saat sendirian atau bersama keluarganya tak bermasker.

Sebab, Slamet menyebutkan, ketentuan pemakaian masker untuk mencegah terjadinya penularan ketika berada ada kontak dengan orang lain. Sementara itu, jika dalam satu mobil itu ada pengemudi bersama keluarganya tak memakai masker, menurut Slamet, tidak masalah karena di rumah pun antar-anggota keluarga tetap bisa terjadi penularan karena tidak memakai masker.

"Di situ di tulisannya atau kendaraan bermotor. Jadi ya betul kendaraan bermotor walaupun peraturannya, tapi kan harus kita tafsirkan bahwa yang dimaksud kendaraan bermotor adalah kendaraan umum atau naik motor karena terbuka. Kalau yang naik mobil sendirian atau bareng dengan satu rumah itu nggak wajib karena fungsinya masker adalah untuk mencegah infeksi ke orang lain. Kalau di mobil sendiri itu kan sudah tercegah nggak kontak dengan orang lain kecuali mobilnya adalah mobil umum," ujarnya.

Slamet mengaku akan menyurati Pemprov DKI terkait ketentuan tersebut. Ia menilai aparat berlebihan saat menindak pengemudi mobil yang sendirian tak bermasker di mobil. Dia mengatakan sudah ada dokter yang terkena sanksi tersebut dan diberi hukuman sosial menyapu jalanan.

"Dulu waktu di Bogor pernah suami-istri 1 mobil di depan dihukum kan aneh, kemudian sudah diluruskan sekarang kalau 1 rumah nggak papa, tapi sekarang nggak pake masker di mobil sendiri ini apa lebay sekali terlalu kaku aparat," katanya.

"Ada seorang dokter juga dihukum menyapu karena sendirian nggak pake masker, maskernya ditaruh di depannya. Aparat Dalam menegakkan protokol kesehatan jangan terlalu kaku mengartikan peraturan khususnya bagi pengendara di mobil pribadi," ungkapnya.

Sebelumnya, aturan mengenai memakai masker meski tengah berada di dalam mobil sendirian menjadi polemik. Kasatpol PP Arifin menjelaskan pemakaian masker harus dilakukan sejak berada di luar rumah, tak terkecuali bagi masyarakat yang berada di kendaraan pribadinya seorang diri.

"Yang kita ingatkan kepada seluruh masyarakat bahwa memang di dalam Pergub 88/2020 mengatur bahwa seluruh aktivitas kegiatan di luar rumah itu diwajibkan menggunakan masker apakah dia berkendara atau tidak berkendara," kata Arifin, yang disiarkan dalam YouTube BNPB, Kamis (17/9).

"Jadi ketika kita masuk kendaraan walaupun sendiri tetap kita gunakan masker karena dalam perjalanan kalau dia tidak menggunakan masker kita tidak tahu apakah kemudian jendela kaca mobil itu terbuka atau tidak kita tidak tahu," ungkapnya.

Ia mengungkapkan, jika seorang pengemudi mobil tidak menggunakan masker walau sendiri di dalamnya dilepas aparat, tetapi tidak diketahui apakah orang tersebut membawa masker atau tidak. Menurutnya, jika orang tersebut membawa masker, maka bisa diingatkan saja.

"Perlu saya sampaikan saat ini bahwasanya kita tidak tahu orang yang tidak menggunakan masker ini di dalam mobil apakah dia membawa masker atau memang dia membawa masker tapi tidak menggunakan masker. Kalau dia membawa masker tapi tidak menggunakan mungkin kita bisa mengingatkan saja supaya maskernya digunakan," katanya.

"Tetapi kalau kemudian kita lepaskan, kita biarkan dia tidak membawa masker kita tidak tahu apakah sepanjang perjalanan dari rumah menuju ke tempat yang dituju itu dia turun dimana, dia melakukan aktivitas dsb," ungkapnya.

Diberitakan baru-baru ini viral cerita seorang wanita yang dikenakan sanksi hanya karena menurunkan masker ke dagu. Padahal dia nyetir mobil pribadi dan tidak ada orang lain di dalamnya.

"Aku ketangkap gara-gara di mobil sendirian, terus aku karena pengap kan terus mau bernapas dikit (menurunkan masker), ditangkap dong. Dan sekarang aku berada di posko," kata wanita bernama Evani Jesslyn di video yang viral itu.

"Malah ini (di posko) sebenarnya ramai orang, mereka malah lebih-lebih lagi nggak PSBB. Dan aku yang lagi sehat, disuruh ke sini untuk duduk dan berkerumun dengan mereka semua," sambungnya.

Tak hanya itu, seorang pria sempat protes karena ditilang tidak mengenakan masker ketika di dalam mobil. Pria itu disetop aparat gabungan di sekitar Danau Sunter, Jakarta Utara.

Seorang pria tampak tidak terima ditilang aparat saat ketahuan tidak memakai masker di mobil. Di hadapan hakim, pria itu merasa tidak merugikan orang.

"Saya nggak ngerugiin orang lain kok, Pak," ujar pria itu.

Hakim kemudian memberikan penjelasan terkait penggunaan masker yang tetap harus dipakai saat ke luar rumah.

"Penggunaan masker, walaupun di dalam mobil tetap harus dipakai. Kalau pakai masker harus sejak ke luar rumah," jelas hakim.

(yld/dhn)