Arteria Dahlan WA Kapolri, Minta Nama Pam Swakarsa Diganti

Rolando Fransiscus Sihombing - detikNews
Kamis, 17 Sep 2020 17:41 WIB
Mobil BMW tipe SUV X5 milik Jaksa Pinangki Sirna Malasari disita Kejaksaan Agung (Kejagung).
Arteria Dahlan (Rahel Narda/detikcom)
Jakarta -

Nama Pengamanan Swakarsa (Pam Swakarsa) berdasarkan Peraturan Kapolri (Perkap) menjadi perbincangan hangat publik. Anggota Komisi III F-PDIP, Arteria Dahlan, menyambut baik kehadiran Pam Swakarsa dengan catatan.

"Pertama kita harus mengapresiasi respons cepat, sikap sigap dari institusi kepolisian dalam hal ini Pak Kapolri di dalam hal ini menerbitkan Perkap," kata Arteria di kompleks gedung MPR/DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (17/9/2020).

Arteri menjelaskan alasannya menyambut baik Perkap tentang Pam Swakarsa. Menurut Arteria, jumlah personel kepolisian dalam penegakan disiplin protokol virus Corona masih kurang.

"Kenapa begitu? Karena kita lihat walaupun kepolisian jumlah sudah 440 ribu personel dan bhabinkamtibmas sudah hadir dalam tingkat desa, tapi dalam tatanan praktiknya, khususnya dalam konteks kekinian menghadapi COVID-19, dalam konteks pelaksanaan disiplin pemenuhan protokol COVID, enggak mungkin seorang polisi untuk hadir di dalam satu desa untuk melaksanakan pengawasan fungsi kedisiplinan tadi," ujar legislator asal Sumbar ini.

Menurut Arteria, Kapolri Jenderal Idham Azis berusaha menghadirkan Pam Swakarsa yang diatur dalam Perkap Nomor 4 Tahun 2020 untuk membantu kepolisian dalam penegakan disiplin protokol kesehatan. Pam Swakarsa dinilai dapat mengawasi di ruang-ruang publik.

"Kapolri mencoba menghadirkan dan mengoptimalisasikan segala sumber daya yang hadir, di wilayah, di desa yang punya pasar, yang punya mungkin pusat-pusat keramaian, ada warung makan, ada tempat-tempat publik, kemudian juga banyak hal, sehingga itu bisa dijadikan sebagai upaya perbantuan tugas-tugas pendisiplinan tadi," ucapnya.

Namun Arteria memberikan catatan Pam Swakarsa dalam hal diksi atau pilihan kata. Bagi PDIP, kata Arteria, menjadi pertanyaan mengapa Polri memilih nama Pam Swakarsa.

"Jadi saya pikir kita ambil sisi positifnya saja, memang redaksi atau diksi Pam Swakarsa ini bagi saya pribadi, bagi PDI Perjuangan, bagi kami-kami yang merasakan bagaimana reformasi tahun '98 itu cukup juga menjadikan pertanyaan," tutur Arteria.

Menurut Arteria, PDIP mempunyai kenangan tak mengenakan dengan Pam Swakarsa di awal-awal reformasi 1998. Arteria menyarankan lebih baik nama Pam Swakarsa diubah.

"Makanya saya langsung WA Pak Kapolri kalau bisa diksinya diubah Pam Swakarsa, karena kami punya kenangan kurang baik terkait dengan Pam Swakarsa kala itu. Perkara bagaimana melakukan konsolidasi dalam penanganan darurat COVID dengan mengoptimalkan tokoh-tokoh dan elemen masyarakat yang ada di wilayah sah-sah saja, tapi alangkah baiknya diksi itu diubah," imbuhnya.

Sebelumnya, KontraS menolak Perkap tentang Pengamanan Pam Swakarsa dan menyebut Pam Swakarsa saat ini sama dengan era 1998. Polri membantah anggapan itu.

"Itu kan ditarik di politik lagi, pada intinya kan saya sampaikan bahwa ini mengukuhkan apa yang sudah ada, cuma pergantian pakaian satpam saja dari warna biru ke cokelat, yang biru dipakai satuan keamanan lingkungan," kata Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Awi Setiyono di Bareskrim, Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (17/9).

"Tidak ada kok kita ditarik lagi ke '98, tidak ada. Selama ini kan juga kondusif," imbuhnya.

Tonton video 'Arteria Dahlan Tepis Isu Kakeknya Pendiri PKI di Sumbar':

[Gambas:Video 20detik]



(rfs/tor)