Lewat Buku Barunya, Ketua MPR Kisahkan Cara Indonesia Tangani COVID-19

Angga Laraspati - detikNews
Kamis, 17 Sep 2020 16:06 WIB
Ketua MPR Bambang Soesatyo
Foto: MPR
Jakarta -

Ketua MPR RI Bambang Soesatyo bekerja sama dengan Tiga Sekawan Footprint Research meluncurkan buku ke-18nya 'Save People Care for Economy', yang dicetak dan diterbitkan secara internasional oleh Amazon. Buku yang tersedia secara bilingual tersebut bercerita memotret beragam pemikiran Bamsoet tentang penanggulangan pandemi COVID-19 di Indonesia.

"Sejak awal mulai kemunculan pandemi, Indonesia tidak memilih jalan lockdown sebagaimana banyak dilakukan negara lainnya. Mengingat kultur budaya, kondisi sosial-ekonomi, serta berbagai pertimbangan lainnya, Indonesia memilih memberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Plus minus antara lockdown dengan PSBB, hingga pro kontra yang menyelimuti keduanya, banyak dikupas dalam buku ini," ujar Bamsoet dalam keterangannya, Kamis (17/9/2020).

Ketua DPR RI ke-20 ini usai menerima Tiga Sekawan Footprint Research, di Ruang Kerjanya menjelaskan langkah untuk memasarkan buku secara internasional agar masyarakat dunia bisa memahami bagaimana cara Indonesia menangani pandemi COVID-19.

Dengan jumlah penduduk terbesar ke-4 dunia yang mencapai 268 juta jiwa, serta kondisi geografis negara kepulauan, penanganan pandemi COVID-19 yang dilakukan Indonesia tentu memiliki perbedaan dan ciri khas dibanding negara lainnya.

Dirinya menuturkan selain pada kebijakan protokol kesehatan dan pemberian stimulus perekonomian yang dilakukan oleh pemerintah, ciri khas penanganan pandemi COVID-19 di Indonesia juga terletak pada semangat gotong royong warga.

"Pengumpulan donasi yang dilakukan berbagai kalangan, termasuk oleh MPR RI melalui program MPR RI Peduli - Lawan COVID-19, berhasil mengumpulkan uang sejumlah miliaran rupiah untuk disalurkan ke berbagai kelompok masyarakat yang ekonominya terdampak pandemi COVID-19. Seperti kalangan ojek online, supir angkot, hingga seniman. Jadi bukan hanya negara yang hadir membantu rakyat, melainkan sesama rakyat juga hadir saling memberikan bantuan," jelas Bamsoet.

Kepala Badan Bela Negara FKPPI ini menambahkan, alasan lain dirinya menerbitkan buku secara internasional tak lain juga untuk memberikan motivasi kepada para penulis muda Indonesia untuk mengikuti jalan serupa. Seiring kemajuan teknologi informasi, sebetulnya turut membantu para penulis menembus pasar internasional yang kuncinya terletak pada kemauan.

Menurutnya tak sedikit penulis muda Indonesia yang memiliki karya luar biasa, namun tak berani menembus pasar internasional karena berbagai kekhawatiran. Seperti belum percaya diri, hingga takut tidak mendapat sambutan hangat dari pasar internasional.

"Padahal, semua kekhawatiran tersebut belum tentu akan terjadi. Karena itu, yang terpenting adalah mencoba. Mari banjiri dunia buku internasional dengan berbagai karya penulis Indonesia," pungkas Bamsoet.

Sebagai informasi, dalam pembuatan buku ke-18nya Bamsoet dibantu Dr. Marlinda Irwanti sebagai final writer, penulis resmi Amazon Roosiah Y, editor senior Irma Permanasari, serta kartunis senior Martono Lukito.

Buku Save People Care for Economy sudah bisa dipesan secara online di amazon.com dan terdapat dua versi, kindle e-book dengan harga US$ 9 serta versi cetak dengan harga US$ 29.05. Pemesanan versi cetak untuk pengiriman ke Indonesia juga tak terlalu lama yaitu sekitar satu hingga dua minggu, tergantung pilihan paket pengiriman yang dipilih.

(ega/ega)