NasDem ke Anies: Sampaikan Pejabat DKI yang Kena Corona, Tak Perlu Gengsi

Rolando Fransiscus Sihombing - detikNews
Kamis, 17 Sep 2020 06:40 WIB
Balai Kota DKI, Balai Kota Pemprov DKI, Pemprov DKI
Foto: Balai Kota DKI (Arief Ikhsanudin/detikcom)
Jakarta -

Sejumlah pejabat di lingkungan Pemprov DKI Jakarta terkonfirmasi positif virus Corona (COVID-19). Fraksi NasDem DPRD DKI Jakarta meminta Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengungkap nama-nama pejabat DKI yang terpapar Corona.

"Menurut saya, nggak perlu gengsi (Anies), sampaikan saja, karena kondisi seperti ini tidak ada hal yang harus ditutup-tutupi," kata Bendahara Umum Fraksi NasDem DPRD DKI, Jupiter saat dihubungi, Kamis (16/9/2020).

Menurut Jupiter dengan diungkapnya nama-nama pejabat DKI yang terpapar Corona membuat semakin terbuka keadaannya sebenarnya. Jupiter meyakini warga DKI pun akan menerima dengan kondisi yang terjadi di Pemprov DKI.

"Jadi semakin transparan, semakin keterbukaan, saya yakin masyarakat juga akan menerima kok, memang kondisinya di DKI Jakarta ini zona merah, di DKI Jakarta ini kondisinya sudah sangat darurat, sangat memprihatinkan," ujarnya.

Seperti diketahui, per Selasa (15/9) tercatat ada 9 pejabat DKI yang terinfeksi Corona. Mereka di antaranya adalah Sekda DKI Jakarta Saefullah, Asisten Pemerintah Setda Provinsi DKI Jakarta Reswan W Soewaryo, Kepala Biro Pemerintahan Setda Provinsi DKI Jakarta Premi Lesari, Kepala Biro Pendidikan Mental dan Spiritual Provinsi DKI Jakarta Hendra Hidayat, Kepala Dinas Pertamanan dan Hutan Kota Provinsi DKI Jakarta Suzy Marsitawati, Direktur Utama PD Pasar Jaya Arief Nasruddin, Kepala Biro Penataan Kota dan Lingkungan Hidup Afan Adriansyah Idris, Ketua TGUPP Amin Subekti, dan Wali Kota Jakarta Barat, Uus Kuswanto.

Lalu pada Rabu (17/9), Anies menyebut ada dua pejabat DKI lagi yang terkena virus Corona. Hal itu pula yang membuat Gedung G di Balai Kota Jakarta ditutup selama tiga hari per hari ini. Dua pejabat eselon II itu belum diumumkan.

Melihat kondisi ini, Jupiter menilai lebih baik seluruh Balai Kota ditutup sementara selama 14 hari ke depan.

"Saya pernah sampaikan, kalau saya, pendapat saya, lebih baik seluruh gedung di Balai Kota itu ditutup secara steril untuk 14 hari ke depan. Daripada dipertahankan cuma 3 hari, kemudian setelah itu dibuka lagi," imbuhnya.

Sebelumnya, Anies menutup sementara Gedung G Balai Kota DKI Jakarta. Anies menegaskan penutupan itu dilakukan bukan berkaitan dengan kasus Corona yang dialami Sekda DKI Jakarta Saefullah, melainkan ada dua pejabat yang terinfeksi COVID-19.

"Pemprov DKI Jakarta khusus di Gedung G ini di Balai Kota akan ditutup bukan karena kasus Pak Sekda, tapi karena tadi pagi ditemukan ada dua orang pejabat, satu pejabat eselon dua yang terpapar positif dan ada beberapa yang sedang menunggu hasil sore ini," ujar Anies di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (16/9).

(rfs/idn)