Survei Median: Mayoritas Warga DKI Pilih PSBB Ketimbang PSBMK

Tim detikcom - detikNews
Rabu, 16 Sep 2020 12:52 WIB
Petugas memeriksa penumpang di dalam kendaraan yang melintas di Posko Check Point Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Air Tawar, Padang, Sumatera Barat, Rabu (22/4/2020). PSBB diterapkan di Padang dan kabupaten/ kota lain di provinsi itu mulai Rabu (22/4/2020) hingga 5 Mei 2020 untuk menghentikan penyebaran COVID-19, diantaranya dengan membatasi aktivitas di luar rumah, wajib menggunakan masker serta pembatasan jumlah penumpang kendaraan roda empat dan roda dua.
Foto: Iggoy el Fitra/Antara Foto
Jakarta -

Sebelum pembatasan sosial berskala besar (PSBB) berlaku di Jakarta, sempat ada perdebatan mengenai pilihan terbaik PSBB atau pembatasan sosial berskala mikro (PSBM). Presiden Joko Widodo (Jokowi) sempat menginginkan PSBM. Menurut survei ini, warga Jakarta lebih banyak memilih PSBB ketimbang PSBMK.

Suara sebagian warga Jakarta dipaparkan oleh lembaga survei Median, dalam paparan tertulis bertajuk 'Setuju PSBB DKI Jakarta atau tidak? Pilih PSBB atau PSBM/K?', pada Rabu (16/9/2020).

"Pak Presiden atau beberapa kepala daerah lain menggulirkan adanya PSBM. Kami bertanya kepada publik Jakarta, apakah publik memilih PSBB atau PSBM?" kata Direktur Eksekutif Median, Rico Marbun, kepada detikcom.

Survei melibatkan 500 responden yang dihubungi via telepon dari 11 hingga 13 September 2020. Margin of error sebesar 4,28% pada tingkat kepercayaan 95%.

Responden diberi pertanyaan:
Menurut pendapat Anda, apakah sebaiknya di DKI Jakarta diterapkan PSBB se-DKI Jakarta atau PSBMK hanya di lingkup RT, RW, atau Kelurahan, atau lingkup komunitas lebih kecil yang berstatus zona merah?

Begini hasil jawabannya:

Selanjutnya
Halaman
1 2