Masih Dirawat, 1 Polisi Korban Penyerangan Ciracas Harus Tengkurap 3 Minggu

Sachril Agustin Berutu - detikNews
Rabu, 16 Sep 2020 11:20 WIB
Kepala Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Soebroto, Letjen TNI Bambang Dwi Hasto (Arun-detik)
Kepala Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Soebroto, Letjen TNI Bambang Dwi Hasto (Foto: Luqman Nurhadi Arunanta/detikcom)
Jakarta -

Dua orang polisi masih menjalani perawatan di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Soebroto. Keduanya merupakan korban penyerangan di Mapolsek Ciracas, Jakarta Timur beberapa waktu lalu.

"Masih ada 2 pasien yang kami rawat," ujar Kepala RSPAD Letjen TNI Bambang Dwi Hasto dalam konferensi pers, Rabu (16/9/2020).

Bambang menyebut sebelumnya ada seorang pasien yang sudah dipulangkan atas nama Husni Maulana pada 12 September 2020. Namun untuk kontrol selanjutnya disebut Bambang masih akan dilakukan di RSPAD.

Sedangkan 2 pasien lain yang merupakan anggota Polri yaitu Bripda BD dan Bripka T. Untuk Bripda BD disebut Bambang kondisinya sudah semakin membaik.

"Tuan BD, Bripda dari Polri umur 22 tahun, yang dulu dirujuk ke RSPAD karena saturasi oksigennya turun, hari ini sadar, masih di CICU. Saturasi terakhir 99-100 persen artinya kualitas pernapasannya sudah bagus, pendalaman CT Scan tidak masalah," ucap Bambang.

Sementara itu untuk Bripka T disebut Bambang sudah menjalani operasi di bagian matanya. Namun tindakan lanjutan diperlukan bagi Bripka T untuk mengambil gotri di bagian matanya.

"Kemudian pasien yang kedua Tuan T, dari Polri juga Bripka 43 tahun yang telah dilakukan operasi vitrektomi karena ada ablasi di matanya, kemudian sudah direncanakan untuk pengambilan gotri yang kami jadwalkan tanggal 25 (September)," kata Bambang.

"Hal ini dikarenakan setelah operasi mata pasien ini harus posisinya tengkurap terus karena untuk mengamankan matanya, untuk mengamankan hasil operasi matanya, sehingga dibutuhkan waktu tengkurap selama 3 minggu sehingga ideal untuk dilaksanakan pengambilan gotri atau benda asingnya ini dijadwalkan 25 September ini," imbuh Bambang.

Simak juga video 'Ada 16 Korban Penganiayaan Oknum TNI di Ciracas, 83 Unit Kerusakan':

[Gambas:Video 20detik]



(dhn/imk)