Round-Up

Hadi Pranoto Kembali Bikin Kehebohan Usai Dipolisikan

Tim Detikcom - detikNews
Selasa, 15 Sep 2020 21:04 WIB
Hadi Pranoto
Hadi Pranoto (Dok. detikcom)

Sidang perdana gugatan Hadi Pranoto kepada Muannas Alaidid tersebut digelar hari ini, Selasa (15/9/2020) di PN Jakbar. Untuk memuluskan gugatannya, Hadi memohon kepada pengadilan untuk menyita kantor PSI di seluruh Indonesia. Ini mengingat Muannas juga merupakan salah satu kader PSI.

"Benar. Hari ini sidangnya," kata kuasa hukum Hadi, Tonin Tachta, saat dimintai konfirmasi detikcom, Selasa (15/9).

Berikut ini sejumlah permohonan sita bangunan yang diajukan Hadi:

- Rumah di Jelambar
- Kantor Cyber Indonesia
- Kantor Muanas Alaidid
- Kantor DPP, DPD dan DPC PSI seluruh Indonesia.
- Bangunan, tanah dan barang bergerak milik Alaidid
- Bangunan, tanah dan barang bergerak milik keluarga Alaidid

Menanggapi gugatan Hadi, Muannas Alaidid menilai tuntutan yang dialamatkan kepadanya tak ada dasar hukum. Ia juga menyebut langkah Hadi hanya merupakan akal-akalan dan pengalihan isu dari perkara terkait dugaan penyebaran berita bohong yang dilaporkannya.

"Gugatan Hadi Pranoto Rp 150 T aneh dan cuma akal-akalan," ungkap Muannas kepada wartawan, Selasa (15/9).

Muannas juga menyebut gugatan Hadi Pranoto absurd. Hadi Pranoto yang menjadi kontroversi karena mengklaim menemukan obat Corona itu menggugat Muannas lantaran merasa dirugikan. Sejak pelaporan Muannas, Hadi mengaku kehilangan banyak pemasukan.

"Gugatan Hadi Pranoto senilai Rp 150 T kepada saya itu tidak hanya absurd tapi aneh sekaligus tak masuk akal. Alasan menggugat dasarnya dia tidak terima dilaporkan saya ke polisi karena kebohongannya terbongkar soal profil dan klaim penemuan obat COVID yang dibantah banyak pihak," jelas Muannas.

Soal gugatan Hadi yang meminta pengadilan menyita kantor PSI di seluruh Indonesia, Muannas mengingatkan bahwa ia membuat laporan dalam kapasitasnya sebagai CEO Cyber Indonesia, bukan sebagai kader PSI. Oleh karena itu, ia menyebut gugatan Hadi Pranoto tidak memiliki dasar hukum.

"Saya katakan melaporkan Hadi Pranoto dan Anji dalam kapasitas saya sebagai ketua umum Cyber Indonesia tak ada hubungan dengan pihak dan organisasi manapun termasuk Partai Solidaritas Indonesia tempat saya bernaung. Menghubungkannya apalagi sampai menyita aset tak ada dasar hukumnya," ucap Muannas.

"Sita aset pribadi saya aja nggak mungkin apalagi partai, makanya saya berani menjamin mundur sebagai advokat kalau gugatan aneh dan akal-akalan Hadi Pranoto dikabulkan, kita lihat nanti sedang siapkan gugatan balik (rekonpensi) ke dia dalam jawaban nanti," sambungnya.

Kasus dugaan penyebaran hoax 'obat Corona' sendiri masih terus ditangani Polda Metro Jaya. Hadi Pranoto kembali dijadwalkan untuk pemeriksaan pada 24 September karena pada jadwal pemeriksaan sebelumnya tidak bisa hadir karena sakit.

"Rencananya di tanggal 23 atau 24 (September) paling lambat, yang bersangkutan kita layangkan surat dan direncanakan untuk hadir lagi di sini," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus kepada wartawan di Polda Metro Jaya, Jakarta, Senin (14/9).

"Harapan kita Saudara HP kooperatif, karena kemarin sudah dilakukan pemeriksaan, dia minta ditunda karena sakit. Kita minta itu diselesaikan, dan harapan kita yang bersangkutan bisa datang ke sini untuk dilakukan pemeriksaan. Ini masih setengah kan (pemeriksaan), nah tanggal 23 (September) atau 24 (September) itu dilanjut," terang dia.


(elz/imk)