Viral Hujan Es Terjadi di Medan, BMKG Beri Penjelasan

Ahmad Arfah Fansuri - detikNews
Selasa, 15 Sep 2020 20:13 WIB
Hujan es mengguyur kawasan Dipatiukur, Kota Bandung
Ilustrasi Hujan Es (Yudha Maulana/detikcom)
Medan -

Video hujan es yang terjadi di Kota Medan, Sumatera Utara (Sumut), viral di media sosial (medsos). Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memberi penjelasan ilmiah soal pemicu terjadinya hujan es.

Dilihat detikcom pada Selasa (15/9/2020), dalam video itu terlihat hujan deras mengguyur Kota Medan. Terlihat ada butiran es yang ikut jatuh di rumah warga.

Dalam posting-an itu, disebut hujan es terjadi di Jalan Jermal 4, Medan Denai, Kota Medan. Hujan es disebut terjadi saat hujan deras mengguyur Kota Medan sore tadi.

Kepala Balai Besar (MKG) Wilayah I-Medan, Edison Kurniawan, mengatakan hujan es bisa terjadi karena uap air yang sangat dingin di atmosfer. Hujan es, katanya, akan terbentuk dengan ukuran 5-50 mm.

"Salah satu proses pembentukannya adalah melalui kondensasi uap air yang sangat dingin di atmosfer pada lapisan di atas titik beku (freezing level). Awan yang tinggi puncaknya melebihi titik beku ini akan memiliki bagian atas yang suhunya lebih rendah dari nol derajat Celcius, sehingga awan tersebut mempunyai peluang sangat besar memproduksi es," kata Edison.

Meski demikian, Edison mengaku belum memastikan video viral tersebut benar hujan es atau bukan. Edison menjelaskan butiran es memang bisa turun bersama hujan. Butiran es ini akan tetap terlihat karena tidak seluruhnya mencair meski turun ke tempat yang lebih hangat.

"Saat sudah cukup waktunya untuk hujan, maka butiran atau bahkan gumpalan es juga ikut jatuh ke permukaan bumi. Akibat ukurannya, walaupun es telah turun ke arah yang lebih rendah dengan suhu yang relatif hangat tidak semuanya dapat mencair," jelas Edison.

Sementara itu, BPBD Medan mengatakan hujan deras ini terjadi bersamaan dengan angin kencang mulai pukul 16.27 WIB tadi. BPBD menyebut ada pohon tumbang dan menimpa pengguna jalan.

"Pohon tumbang menimpa pengguna jalan dan 2 orang mengalami luka berat. Kronologi kejadian berawal dari hujan dengan intensitas lebat yang disertai angin kencang dan diperkirakan terjadi pada pukul 16.27 WIB pada hari Selasa (15/9)," jelas Manager Pusdalops-PB BPBD Kota Medan, Nurly.

(jbr/jbr)