Ketua DKM di Sumsel Dibacok, DMI Imbau Tak Ada Opini yang Perkeruh Masalah

Tim detikcom - detikNews
Selasa, 15 Sep 2020 15:34 WIB
Sekjen DMI Imam Addaruqutni. (Foto: Dwi Andayani/detikcom)
Foto: Sekjen DMI Imam Addaruqutni. (Foto: Dwi Andayani/detikcom)
Jakarta -

Dewan Masjid Indonesia (DMI) menyampaikan sejumlah imbauan menyikapi kondisi terkini termasuk insiden pembacokan Ketua Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Nurul Iman di Sumatera Selatan, Muhammad Arif (61). DMI meminta masyarakat untuk tidak mengeluarkan opini yang berpotensi memperkeruh masalah.

Sekjen DMI, Imam Addaruqutni, awalnya mengaku menerima laporan hampir serupa terkait kasus kekerasan yang menimpa tokoh-tokoh masjid dan ulama. Dia melihat ada satu anomali dari fenomena kasus kekerasan tersebut.

Namun terlepas dari itu, Imam menyerahkan sepenuhnya kasus-kasus tersebut kepada polisi. Dia juga mengimbau warga untuk tidak menyampaikan pendapat yang tidak berdasar.

"Ini kasusnya agar aparat penegak hukum benar-benar mengusut secara transparan. Di samping itu masyarakat harus bersabar, meskipun tidak terelakan masyarakat juga punya opini sendiri dalam hal ini tetapi dewan masjid juga mengimbau agar masyarakat tidak memberikan opini-opini yang tidak berdasar, yang akhirnya menambah isu itu semakin ruwet, atau semakin tidak jelas, atau justru menambah psikologis bagi para masjid dan masyarakat umumnya," ujar Imam saat dihubungi, Selasa (15/9/2020).

Imam juga menyoroti mengenai manajemen keamanan di lingkungan masjid. Dia mengaku sudah berulang kali menyampaikan hal ini kepada para pengurus masjid.

"Bahwa kiranya para pelaksana masjid, dalam hal ini dewan kemakmuran masjid dan takmir di mana pun berada, ini sudah berkali-kali disampaikan, untuk merancang sistem keamanan masjid. Jadi ada yang kita sebut dalam masjid itu idaroh atau manajemen, manajemen itu banyak aspeknya, ada manajemen keuangan, ada manajemen jemaah, ada manajemen program," ujar Imam.

"Sekarang yang harus kita pikirkan lagi manajemen keamanan, manajemen keamanan ini misalnya ini sudah berkali-kali sampaikan di berbagai forum pelatihan masjid juga, itu manajemen keamanan termasuk agar masjid itu memiliki charter atau semacam timbang terima di papan pengumuman bahwa jemaah ini di sini dijamin aman, tidak ada barang kehilangan," sambung Imam.

Selanjutnya
Halaman
1 2