Temui PKL Bogor, Bamsoet Minta Pedagang Jangan Nyerah di Tengah Pandemi

Inkana Putri - detikNews
Selasa, 15 Sep 2020 10:55 WIB
Ketua MPR Bambang Soesatyp
Foto: MPR
Jakarta -

Ketua MPR RI Bambang Soesatyo mengisi akhir pekannya dengan mendatangi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) untuk melihat geliat perekonomian masyarakat di tengah pandemi. Kali ini, Bamsoet menyempatkan bertemu pedagang pakaian kaki lima di kawasan Stadion Pakansari, Bogor pada Minggu (13/9).

Dalam tayangan salah satu kontennya, UNDERCOVER di akun YouTube Bamsoet Channel, Bamsoet terlihat ngobrol santai sambil memilih-milih beberapa baju untuk cucu di rumah serta untuk anak-anak warga sekitar di sekitar lokasi tersebut.

"Kualitas baju yang dijual sangat layak untuk dipakai. Harganya terjangkau, dari mulai Rp 35 ribuan, Rp 50 ribuan, sampai Rp 100 ribu dapat 3 baju. Melihat baju anak-anak beraneka rupa seperti ini, jadi ingat cucu di rumah. Memang betul kata pepatah, kalau sudah menjadi kakek, cucu selalu nomor satu untuk urusan oleh-oleh baju," ujar Bamsoet, Selasa (15/9/2020).

Dalam kunjungannya di Bogor, Ketua DPR RI ke-20 ini juga bertemu dengan Kamal, salah satu pedagang baju di Stadion Pakansari. Kamal yang merupakan perantau asal Padang ini mengaku telah berjualan baju selama 20 tahun. Awalnya, Kamal adalah karyawan di pasar grosir Tanah Abang, namun akhirnya ia mencoba berjualan sendiri.

"Pak Kamal adalah contoh anak bangsa yang berani ambil resiko untuk menjadi wirausaha. Semangat dan kerja kerasnya patut ditiru oleh generasi muda. Setiap langkah usaha yang diambil, pasti akan mendatangkan resiko. Namun tak boleh takut. Karena semakin besar resiko yang dihadapi, semakin besar pula hasil yang didapat," ungkapnya.

Selama berjualan, Kamal mengambil dagangannya dari Cipulir, Jatinegara, Tanah Abang, dan berbagai agen langganan lainnya. Ia berjualan menggunakan mobil pribadinya setiap hari Sabtu dan Minggu, mulai jam 6 pagi hingga jam 12 siang. Sementara hari Senin - Jumat, Kamal berdagang di depan kawasan pabrik.

"Tanggal muda saat orang-orang gajian, adalah tanggal kebahagiaan bagi Pak Kamal. Omset penjualannya tiap weekend bisa mencapai Rp 2 jutaan. Keuntungannya sekitar 20 hingga 25 persen dari omset. Tapi itu dulu, sebelum pandemi. Sekarang omzetnya rata-rata di bawah Rp 1 jutaan. Namun demikian Pak Kamal tidak putus asa kendati daya beli masyarakat semakin menurun. Yang penting kata Pak Kamal, masih bisa makan sama istri dan anak-anak," paparnya.

Dalam video tersebut, Bamsoet juga berpesan agar para pelaku UMKM bisa tetap semangat mencari nafkah di tengah pandemi, serta tetap menerapkan protokol kesehatan.

"Tidak ada yang bisa memprediksi kapan pandemi COVID-19 ini akan berakhir dan kapan recovery ekonomi bisa mengembalikan keadaan seperti dulu. Harapan kita adalah para pelaku usaha, terutama sektor UMKM tetap semangat dalam mencari nafkah. Terpenting, protokol kesehatan tetap ditaati. Memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan secara berkala," pungkasnya.

(ega/ega)