1.118 Rumah di Kotim Kalteng Kebanjiran, Status Tanggap Darurat Ditetapkan

Jabbar Ramdhani - detikNews
Senin, 14 Sep 2020 19:48 WIB
1.118 rumah di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah (Kalteng), terendam banjir sejak pekan lalu (dok BNPB)
Foto: 1.118 rumah di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah (Kalteng), terendam banjir sejak pekan lalu (dok BNPB)
Jakarta -

Sebanyak 1.118 rumah di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah (Kalteng), terendam banjir sejak pekan lalu. Bupati Kotim menetapkan status tanggap darurat penanganan bencana banjir selama 2 pekan terhitung hari ini.

Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Raditya Jati, mengatakan data tersebut didasarkan pada laporan BPBD Kotim, Senin (14/9/2020) pukul 16.53 WIB. Seribu lebih rumah tersebut terbagi di delapan desa di Kecamatan Antang Kalang, enam desa di Kecamatan Telaga Antang, dan empat desa di Kecamatan Mentaya.

"Banjir dengan Tinggi Muka Air (TMA) 80-150 sentimeter yang disebabkan oleh meluapnya sungai Mentaya itu juga berdampak pada kurang lebih 1.118 KK dan memaksa beberapa warga mengungsi secara mandiri di rumah para kerabatnya," kata Raditya dalam keterangannya, Senin (14/9/2020).

Status tanggap darurat akan berlaku hingga Minggu (27/9). Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kabupaten Kotawaringin Timur terus melakukan kaji cepat, membantu proses evakuasi, mendirikan tenda posko banjir di setiap kecamatan dan memberikan bantuan logistik dengan menggandeng beberapa pihak, baik dari unsur pemerintahan maupun dunia usaha.

1.118 rumah di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah (Kalteng), terendam banjir sejak pekan lalu (dok BNPB)Bupati Kotim menetapkan status tanggap darurat selama 2 pekan ke depan (dok BNPB)

Dinas kesehatan setempat juga telah melakukan penyuluhan dan pelayanan kesehatan bagi masyarakat terdampak. Warga diingatkan waspada hujan lebat hingga dua hari ke depan.

"Sementara itu, menurut prakiraan cuaca dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), hujan lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang masih berpotensi terjadi di sebagian besar wilayah Provinsi Kalimantan Tengah hingga Rabu (16/9) mendatang," ujar Raditya.

Dia mengingatkan warga lain untuk mewaspadai kondisi serupa di Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Kalimantan Barat, Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Maluku Utara, Papua Barat dan Papua.

BNPB meminta pemerintah daerah untuk melakukan mitigasi bencana dan mengambil tindakan segera untuk mengurangi risiko bencana.

(jbr/knv)