1 dari 5 Pelaku Penculikan-Penganiayaan Mantan Istri di Dompu NTB Ditangkap

Faruck - detikNews
Minggu, 13 Sep 2020 18:21 WIB
Pelaku kejahatan jalanan diborgol polisi / pelaku street crime. Agung Pambudhy/Detikcom.
Ilustrasi (Agung Pambudhy/detikcom)
Dompu -

Seorang pelaku penculikan dan penganiayaan terhadap Sri Handayani di Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat (NTB), ditangkap polisi. Empat pelaku lainnya masih dikejar.

Pelaku yang ditangkap berinisial FRD (48). Dia ditangkap di rumahnya di Kelurahan Monta Baru, Kecamatan Woja, Dompu, Minggu (13/9/2020) dini hari tadi.

Empat pelaku lainnya masih jadi buron, satu di antaranya mantan suami korban atau yang diduga sebagai otak dalam kasus penculikan ini. Polisi masih terus mengejar empat pelaku ini.

"Dari hasil pemeriksaan pihak Satreskrim mengantongi beberapa nama pelaku, termasuk FRD yang kita tangkap ini," kata Kasubbag Humas Polres Dompu Aiptu Hujaifah kepada wartawan.

Dalam aksi tersebut, FRD berperan membantu mantan suami korban inisial NRK. Pada saat kejadian, FRD terlibat dalam penculikan dan menganiaya korban di dalam mobil hingga babak belur.

"Ini baru satu orang yang kami tangkap. Kami akan serius untuk mendalami serta melakukan penangkapan terhadap empat terduga pelaku lainnya," kata Kasat Reskrim Ivan Roland C.

Polisi kini tengah memburu empat pelaku lainnya yang identitasnya telah dikantongi. FRD saat ini sedang diperiksa untuk mengetahui motif dari aksi penculikan dan penganiayaan ini.

Diketahui, Sri Handayani, wanita asal Desa Sawe, Kecamatan Hu'u, Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat (NTB), diculik oleh sang mantan suami. Tak hanya menculik, mantan suaminya pun memukuli Sri.

Fakta ini terungkap setelah korban Sri bersama orang tuanya melaporkan kejadian yang dialaminya ke Polres Dompu pada Jumat (11/9) dini hari. Sebelumnya, Sri ditemukan di pinggir jalan dalam keadaan tubuh penuh luka memar. Luka tersebut sangat terlihat, terutama pada bagian wajah.

Kepada polisi, Sri mengaku disekap dan dipukuli sepanjang Jalan Lintas Lakey hingga tak berdaya. Korban mengaku sempat berusaha berteriak dan meminta tolong, tapi mulutnya dibekap.

Tonton juga 'Wajah Pasutri Penganiaya Anak di Sampit Saat Dibekuk Polantas':

[Gambas:Video 20detik]

(zap/zap)