MPR: Ponpes, Tempat Belajar Para Calon Pemimpin Bangsa

Alfi Kholisdinuka - detikNews
Sabtu, 12 Sep 2020 16:33 WIB
Jazilul Fawaid
Foto: MPR
Jakarta -

Wakil Ketua MPR RI Jazilul Fawaid mengapresiasi jerih payah para siswa yang tak pernah lelah untuk terus belajar di pondok pesantren. Menurutnya, belajar di ponpes itu tidaklah ringan karena harus belajar ilmu dunia dan akhirat sehingga hal ini yang membuatnya istimewa dan berkualitas.

"Terbukti banyak pemimpin bangsa yang lahir dan dibesarkan di pesantren. Sejarah membuktikan, banyak santri dan ulama yang rela berjuang demi kemerdekaan Indonesia. Semasa muda, mereka belajar di pondok pesantren," ujar Jazilul dalam keterangannya, Sabtu (12/9/2020).

Hal itu diungkapkannya saat bersilaturrahim dengan jajaran pondok pesantren Minhajut Thulab, Desa Andoolo Utama, Kabupaten Konawe Selatan, Provinsi Sulawesi Tenggara (11/9).

Ia mengatakan sudah tak terhitung jumlah berapa banyak pemimpin bangsa yang lahir dari pesantren, sehingga tak heran pesantren acapkali dikenal sebagai tempat menimba ilmu calon pemimpin.

"Sudah sangat banyak, santri dan ulama yang ikut berperang melawan penjajahan. Ini menunjukkan bahwa pondok merupakan salah satu lembaga pendidikan yang cocok bagi para calon pemimpin bangsa," imbuhnya.

Ia juga menuturkan untuk menguasai ilmu akhirat itu memiliki tingkat kesulitan. Bahkan lebih sulit dibanding ilmu dunia, apalagi untuk mempraktekannya. Selain itu, ilmu akhirat akan selalu dibutuhkan dan berguna di mana saja.

"Ilmu akhirat menuntun kita untuk selalu mengingat Allah dan berbuat baik," kata Gus Jazil sapaan akrabnya.

Dengan konsep pembelajaran ilmu dunia akhirat, Gus Jazil percaya keberadaan pesantren akan terus dibutuhkan. Apalagi, pondok sudah terbukti menghasilkan pemimpin yang mampu menguasai ilmu dunia dan ilmu akhirat.

Sebagai informasi, turut hadir pada acara tersebut pengasuh pondok Minhajut Thulab KH. Wildan Habibi AR. Pada kesempatan itu Gus Jazil mendapatkan kenang-kenangan kaus bergambar Presiden ke IV KH. Abdurrahman Wahid.

(mul/mpr)