Peserta MTQ Tolak Buka Cadar Dapat Rp 100 Juta, Dipakai Danai Pesantren

Haris Fadhil - detikNews
Sabtu, 12 Sep 2020 10:38 WIB
LONDON, ENGLAND - APRIL 11:  A woman wears an  Islamic niqab veil stands outside the French Embassy during a demonstration on April 11, 2011 in London, England. France has become the first country in Europe to ban the wearing of the veil and in Paris two women have been detained by police under the new law.  (Photo by Peter Macdiarmid/Getty Images)
Ilustrasi cadar (Foto: Getty Images)
Medan -

Peserta MTQ ke-37 Sumatera Utara (Sumut), Muyyassaroh, yang menolak membuka cadar dan memilih didiskualifikasi, mendapat hadiah Rp 100 juta, yang disebut sebagai 'hadiah dari kaum muslimin'. Uang tersebut seluruhnya bakal digunakan Muyyassaroh untuk pengembangan pesantren yang dikelolanya.

"Kalau uang Rp 100 juta itu memang benar," ujar abang ipar Muyyassaroh, Abdul Rahman, saat dimintai konfirmasi, Sabtu (12/9/2020).

Abdul Rahman mengatakan pihak pemberi mengatasnamakan para muhsinin (orang-orang baik). Hadiah tersebut diserahkan oleh TV swasta yang banyak menayangkan acara agama bagi umat Islam.

Dia mengatakan uang tersebut diterima oleh Muyyassaroh dan orang tuanya. Uang tersebut, kata Abdul Rahman, bakal digunakan Muyyassaroh untuk mempermanenkan lokasi lembaga pendidikan atau pesantren tahfiz (hafalan) Al-Qur'an yang dikelola dirinya dan keluarga.

"Memang sekarang ini Muyyassaroh dan kami sekeluarga lagi menjalani pesantren pendidikan, tapi lembaga pendidikan ini masih ngontrak, di daerah Tembung itu ngontrak. Rencananya memang ingin mempermanenkanlah untuk Muyyassaroh sendiri, untuk amal jariyahnya sendiri. Nanti bagaimana dia untuk membina tahfiz dan lainnya. Ke sana arahnya, tidak pada benda, tidak keluarga, bagi-bagi, tidak. Ke sana semuanya untuk lembaga pendidikannya biar bagaimana dia bermanfaat," tuturnya.

Selain itu, Muyyassaroh mendapat tawaran berangkat umrah. Abdul Rahman mengatakan tawaran berangkat umrah itu datang dari Ustaz Tengku Zulkarnain.

"Kalau untuk umrah dari Ustaz Tengku Zulkarnain, beliau sudah telepon. Beliau langsung telepon, insyaallah Adinda Muyyassaroh kita uruskan segala macamnya berangkat. Tapi ya setelah ini (pandemi Corona) mungkin," tuturnya.

Abdul Rahman pun berterima kasih kepada pihak yang bersimpati terhadap adik iparnya itu. Selain itu, Abdul Rahman meluruskan kabar yang beredar soal ada pihak yang memberi hadiah rumah kepada Muyyassaroh.

"Tentang pembangunan itu agak berlebihan. Nggak sampai ke situ, itu nggak ada," tuturnya.

Simak video 'Klarifikasi Panitia MTQ Ke-37 Sumut soal Lepas Cadar':

[Gambas:Video 20detik]



Selanjutnya
Halaman
1 2