Peserta MTQ Tolak Buka Cadar Dapat Rp 100 Juta, Dipakai Danai Pesantren

Haris Fadhil - detikNews
Sabtu, 12 Sep 2020 10:38 WIB
LONDON, ENGLAND - APRIL 11:  A woman wears an  Islamic niqab veil stands outside the French Embassy during a demonstration on April 11, 2011 in London, England. France has become the first country in Europe to ban the wearing of the veil and in Paris two women have been detained by police under the new law.  (Photo by Peter Macdiarmid/Getty Images)
Ilustrasi cadar (Foto: Getty Images)

Sebelumnya, video saat Muyyassaroh diminta membuka cadar ketika hendak tampil pada MTQ ke-37 Sumut viral di media sosial. Dalam video itu Muyyassaroh diminta membuka cadar dengan alasan merupakan aturan nasional.

"Peraturan nasional. Sudah diterapkan sejak tahun lalu di TSQ Pontianak," kata suara pria yang belakangan disebut sebagai dewan hakim.

Muyyassaroh, yang menolak membuka cadar, kemudian meninggalkan lokasi kegiatan. Panitia pelaksana menjelaskan kejadian tersebut dan mengatakan peristiwa itu dipicu kesalahpahaman.

"Membuka cadar sebagai antisipasi kecurangan memang diterapkan di level nasional. Tetapi, di Sumut, kita sudah lakukan penyesuaian dengan ketentuan sebelum tampil kita periksa terlebih dahulu. Kejadian saat itu murni kesalahpahaman lantaran saat itu dewan hakim yang bertugas memang berasal dari pusat," ujar Ketua Panitia Pelaksana MTQ Palid Muda Harahap dalam keterangan tertulis, Rabu (9/9).

Palid mengatakan Muyyassaroh sudah diminta tampil ulang. Namun yang bersangkutan menolak. Palid juga menegaskan pihaknya tidak melarang peserta MTQ Sumut menggunakan cadar karena sudah ada penyesuaian untuk MTQ ke-37 Sumut.

"Ini sebenarnya kenapa kita apakan (harus membuka cadar). Kadang ada anak-anak yang salah menggunakan cadar ini kan. Tampil di kabupaten bukan dia, tampil di provinsi bukan dia. Tampil pakai bercadar bukan dia, nama (pakai) nama dia. Jadi cadar ini baik, tapi jangan disalahgunakan," kata Palid.

"Yang bercadar itu kita tugaskanlah dewan hakim yang perempuan memeriksa yang bercadar di kamar tertutup. Kita sesuaikan wajahnya dengan pasfoto waktu mendaftar," sambungnya.

Halaman

(haf/idh)