Elite PDIP: Masalah Ucapan Puan soal Sumbar dan Pancasila Sudah Selesai

Rahel Narda C - detikNews
Jumat, 11 Sep 2020 18:49 WIB
wakil ketua F-PDIP Hendrawan Supratikno
Hendrawan Supratikno (Istimewa)
Jakarta -

Sejumlah warga Minang di Medan menuntut Ketua DPP PDIP Puan Maharani minta maaf atas pernyataan 'semoga Sumbar jadi pendukung negara Pancasila'. Politikus senior PDIP Hendrawan Supratikno mengatakan persoalan tersebut sudah selesai.

"Sesungguhnya, dengan berbagai komentar dan penjelasan yang diberikan banyak pihak, termasuk diulas dalam ILC yang dipandu tokoh Minang, Pak Karni Ilyas (8/9/20), masalahnya sudah selesai," kata Hendrawan kepada wartawan pada Jumat (11/9/2020).

Hendrawan menjelaskan makna dari pernyataan Puan Maharani. Menurutnya, yang ingin disampaikan Puan adalah permohonan dukungan untuk paslon yang diusung PDIP di Sumbar.

"Bila dicermati konteksnya, makna sesungguhnya adalah 'permohonan dukungan' untuk paslon yang diusung PDI Perjuangan," ujar Hendrawan.

Ketua DPP PDIP ini menegaskan Puan tidak bermaksud menyinggung perasaan masyarakat Sumbar. Terlebih, melukai mereka.

"Jadi sama sekali tidak ada niatan sedikit pun untuk melukai atau menyinggung perasaan masyarakat Sumbar," ujar Hendrawan.

Selain itu, Hendrawan kembali mengungkapkan salah satu pernyataan dari ayah Puan Maharani, Taufiq Kiemas. Ia menyoroti soal tradisi orang Minang yang begitu kuat.

"Saya ingat salah satu pernyataan almarhum Pak Taufiq Kiemas, 'kalau kami bukan keluarga Minang, mungkin kami tidak bisa seperti sekarang'. Begitu kuatnya ikatan mereka dengan tradisi Minang," tutur Hendrawan.

Sebelumnya diberitakan, sejumlah warga Minang di Medan berkumpul di Masjid Raya Al Mashun. Mereka menandatangani spanduk menuntut Ketua DPP PDIP Puan Maharani minta maaf atas pernyataan 'semoga Sumbar jadi pendukung negara Pancasila'.

Aksi tersebut dilakukan sejumlah warga Minang tepat di depan Masjid Raya Al Mashun, Medan, Jumat (11/9) sore. Mereka secara bergantian menandatangani spanduk putih. Kemudian, mereka memegangnya ke hadapan masyarakat.

Dalam spanduk itu juga tertulis agar Puan Maharani turun dari jabatannya sebagai Ketua DPR RI dan meminta maaf kepada masyarakat Sumbar.

"Kalau memang dia tergelincir, sudah sewajarnya dia minta maaf. Tapi kalau memang dia sengaja, kita tidak perlu maaf dari dia. Tidak perlu kami maaf dari dia. Cukup kami nanti yang akan membuat perhitungan sama dia," kata Tokoh Minang di Medan, Azwir kepada wartawan.

(zak/zak)