Airlangga Bilang Faskes Corona Memadai, Ini Datanya

Tim detikcom - detikNews
Jumat, 11 Sep 2020 18:37 WIB
Ketua Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional, Airlangga Hartarto, bersama menteri serta KSAD dan Wakapolri (YouTube PerekonomianRI)
Foto: Ketua Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional, Airlangga Hartarto, bersama menteri serta KSAD dan Wakapolri (YouTube PerekonomianRI)
Jakarta -

Ketua Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional, Airlangga Hartarto, memastikan fasilitas kesehatan untuk pasien Corona memadai. Airlangga menyatakan hal tersebut berdasarkan data keterisian (okupansi) tempat tidur di rumah sakit (RS) rujukan.

"Fasilitas kesehatan tadi kita bahas masih memadai, tercermin dari keterisian tempat tidur dan tempat tidur ICU pada RS rujukan di 8 provinsi prioritas, rata-rata 46,11% untuk rate occupancy di ICU, kemudian 47,88% di ruang isolasi," kata Airlangga dalam siaran langsung di kanal YouTube PerekonomianRI, Jumat (11/9/2020).

Dia mengatakan pemerintah memberi perhatian serius terhadap kondisi keterisian tempat tidur untuk pasien Corona di Jakarta dan Bali.

"Kemudian di 2 provinsi, Jakarta dan Bali tentu jadi perhatian karena ini untuk ICU di atas 50% dan juga untuk isolasi. Sedangkan di 6 daerah lain, di bawah 50%. Sedangkan bed occupancy ratio yang ideal menurut WHO 60-85%," ujarnya.

Diketahui, delapan provinsi yang jadi prioritas dalam penanganan COVID-19 ialah DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Sumatera Utara, Sulawesi Selatan, Kalimantan Selatan, dan Papua.

Airlangga yang juga Menteri Koordinator Perekonomian menyampaikan soal realisasi anggaran dari klaster Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN). Dalam rapat ini turut hadir Kepala BNPB Doni Monardo, Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto, KSAD Jenderal Andika Perkasa, Menko Polhukam Mahfud Md, Menteri BUMN Erick Thohir, dan Wakapolri Komjen Gatot Eddy Pramono.

"Kemudian terkait sektor kesehatan, alokasinya sebesar Rp 87,5 triliun di 2020, tambahan yang di luar K/L, plus Rp 25,4 (triliun) di 2021. Dari realisasi per klaster PEN, ini pagu yang kesehatan sudah mengalami peningkatan di 31,6% dari Rp 87,5 triliun. Kemudian perlindungan sosial 62,8% dari pagu Rp 230 (triliun). Kemudian sektoral pemda 27,8% dari Rp 106 triliun, UMKM dari Rp 123 (triliun) itu 91,4%. Kemudian sektor korporasi dan insentif usaha masing-masing Rp 53,5 (triliun) dan Rp 120,61 (triliun)," bebernya.

"Dari secara total pagu mengalami kenaikan sebesar 30,9% yang di semester satu Rp 124,62, per tanggal 2 kemarin sudah Rp 137 triliun. Kemudian berbagai upaya mendorong realisasi adalah perpanjangan berbagai program sampai Desember, kemudian program berbagai klaster yang didorong pemerintah," tambah Airlangga.

(jbr/imk)