Melihat Lagi Pernyataan Budayawan Sumbar soal Kakek Arteria Pendiri PKI

Tim detikcom - detikNews
Jumat, 11 Sep 2020 13:08 WIB
Anggota DPR Arteria Dahlan memaparkan pandangannya terkait polemik UU KPK dalam diskusi Mengukur Sepak Terjang KPK di Jakarta. Begini ekspresinya.
Arteria Dahlan (Ari Saputra/detikcom)

Dengan izin Hasril, Arteria menunjukkan pernyataan klarifikasi Hasril kepada detikcom, Jumat (11/9/2020). Arteria menilai klarifikasi itu bentuk permintaan maaf. Dia menyatakan akan mencoba berbicara dengan keluarga besarnya agar mengurungkan niat melaporkan Hasril ke polisi.

"Saya maafkan, kan saya orang Minang, harus membudayakan penyelesaian secara kekeluargaan. Tabayun sudah dilakukan, hasil klarifikasinya seperti ini. Insyaallah saya bicara dengan keluarga untuk hentikan upaya hukum," kata Arteria

Hasril pun mengakui sudah menyampaikan klarifikasi kepada Arteria, sedangkan soal minta maaf adalah bagian dari etika semata. Dia meminta kalimat klarifikasinya dibaca utuh.

"Baca utuh kalimat saya itu, jangan salah tafsirkan. Dia bilang, 'Bang, bisa saya share?' Silakan, saya juga ingin bantu kalau ada klarifikasi, tapi jangan dikatakan saya minta maaf, baca itu utuh dulu. Nanti bilang saya minta maaf oleh media itu salah itu," kata Hasril.

Hasril merasa tak bisa dipolisikan karena tak ada yang salah dari pernyataannya. Dia juga mengatakan ada 400 pengacara Minang yang siap membantunya jika memang dirinya dipolisikan.

"Arteria kan sekarang posisinya minta bantu saya, saya bantu, saya bilang kan. Ndak ada celah dia kalau mau nuntut secara hukum, tapi dia saya posisikan dia itu adik saya, dari Minang gitu kan. Walaupun dia anggota DPR dan saya bukan siapa-siapa gitu kan, tapi saya punya wibawa, karena saya punya pemahaman tentang budaya gitu kan," ujarnya.

Berikut pernyataan klarifikasi Hasril yang ditunjukkan Arteria:

Walkm salam Ari. Baik Ari. Saya mohon maaf, sudah berulang-ulang saya dengar pernyataan di ILC itu, saya tidak menuduh seperti itu, hanya ingin mengungkap tradisi demokrasi orang Minangkabau yang begitu toleran. Dan ketika berbicara ttg topik itu, saya memulainya bahwa Ari dari keluarga Masyumi, dari garis Rasuna Said. Tapi di situ ada lahir Tokoh PKI, Bachtaruddin. Kalau dilihat generasi itu terbilang generasi kakek dari Ari.

Dan saya yakin, tidak niat buruk saya untuk merugikan Ari dan PDIP, karena saya murni budayawan dan wartawan dan tak pernah masuk satu partai politik pun. Saya punya teman-teman baik di semua tokoh partai.
Sebelum bicara di ILC, saya pun sudah menyampaikan informasi itu pada Ari waktu rehat. Saya bangga dengan Ari.yang dapat kursi DPR dari Jawa Timur, bagi saya penulis sejarah dan biografi, Ari itu orang Minang yang membanggakan. Kalau istilah awak "ayam jantan yang berkokok di kandang orang".

Karena saya berharap Ari terus sukses, makanya saya beri nasihat agar banyak membaca literatur dan referensi.tentang Minang. Dan saya secara terus terang mengingatkan Ari langsung bahwa bersikap seperti itu kepada Pak Emil Salim adalah sebuah kekeliruan. Tidak ada yang saya sembunyikan. Dan saya jauh dari maksud politik, karena sebagai profesional saya tidak bsrpolitik.

Mohon malam.
Kalau ada media yang menghubunhi saya atau apa saya, saya bersedia memberi klarifikasi yang terang jelas.
Ada media/wartawan yang mencoba mempertentangkan kita, selalu saya tolak, karena saya juga tidak mau terjebak dalam agenda yang saya tak ada kepentingan sama sekali.

Misalnya, disampaikan ke saya bahwa AD telah membuat pernyataan tertulis bahwa akan membawa saya ke ranah hukum. Saya tak mau menanggapi itu, saya tanya mana pernyataan tertulis tersebut. Lalu disampaikan link berita, pernyataan Ari di DPR. Saya jawab itu bukan pernyataan tertulis, tapi pernyataan yang ditulis. Itu beda. Penulisnya belum tentu punya niat baik.

Saya tak pernah mau dipertentangkan hanya untuk kepentingan bisnis media atau politik.

Mohon Ari maklum. Kalau ada wartawan dari pihak Ari ingin saya memberi klarisifikasi lebih jelas, saya siap memberikannya. Tv, tulis ataupun online.

Halaman

(azr/tor)