Round-Up

Situasi Corona Pelik Akhirnya Bikin Rem Ibu Kota Ditarik

Tim detikcom - detikNews
Jumat, 11 Sep 2020 05:45 WIB
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan di kawasan Bundaran H, Jakarta Pusat, Minggu (26/7/2020).
Foto: Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan di kawasan Bundaran HI. (Wilda/detikcom)

Anies juga memastikan hanya akan ada 11 bidang esensial yang diperbolehkan beroperasi secara minimal. Ke-11 bidang tersebut pun akan dievaluasi kembali oleh Pemprov DKI.

"Prinsipnya, mulai Senin, 14 September, kegiatan perkantoran yang non-esensial diharuskan laksanakan dari rumah, bekerja dari rumah, bukan usahanya yang berhenti tapi bekerja di kantornya yang ditiadakan, kegiatan usaha jalan terus, kegiatan kantor jalan terus, tapi perkantoran di gedungnya yang tak diizinkan untuk beroperasi," ucap Anies.

Semua tempat hiburan di Ibu Kota akan ditutup lagi. Langkah ini diambil mengingat situasi Corona di Jakarta masuk ke kondisi darurat. Termasuk pembatasan di rumah makan, restoran, hingga kafe yang tidak boleh makan di lokasi.

"Seluruh tempat hiburan akan ditutup, kegiatan yang dikelola Pemprov DKI seperti Ragunan, Monas, Ancol, taman kota dan kegiatan belajar tetap di rumah," kata Anies.

Pada kesempatan yang berebeda, Anies mengatakan negara dan masyarakat harus bekerja sama menghadapi pandemi Corona. Menurutnya, masalah pandemi Corona tidak akan selesai jika negara dan masyarakat tidak bekerja sama.

"Ketika kita menghadapi wabah ini, ada dua komponen yang harus bekerja sama. Satu adalah komponen negara dan dua komponen masyarakat. Tidak bisa penyelesaian masalah pandemi ini hanya unsur negara saja atau unsur masyarakat saja," kata Anies dalam sambutan di acara 'Pembagian Masker Secara Serentak, Kampanye Jaga Jarak, Hindari Kerumunan dalam Rangka Operasi Yustisi Penggunaan Masker dan Pilkada 2020 yang Aman, Damai dan Sehat', di Polda Metro Jaya, Jakarta, Kamis (10/9/2020).

Anies pun menyoroti terkait pesta demokrasi berupa Pilkada 2020 yang akan dimulai dalam waktu dekat. Mantan Mendikbud tersebut kembali menekankan pentingnya penggunaan masker di tengah masyarakat.

Anies menyebut masker menjadi suatu hal yang tidak nyaman bagi banyak orang. Namun efek abai terkait protokol kesehatan tersebut di tengah pandemi saat ini akan terasa jauh lebih tidak nyaman.

"Kita harus sampaikan itu bahwa ini (menggunakan masker) memang tidak nyaman. Tapi jauh lebih tidak nyaman bila terkena COVID-19. Oleh karena itu, kampanye ini harus kita dukung dan perlu kita gaungkan," ucap Anies.

Halaman

(idn/idn)