Round-Up

12 Fakta Terbaru Penyerangan Mapolsek Ciracas Jerat Puluhan Tersangka

Hestiana Dharmastuti - detikNews
Kamis, 10 Sep 2020 07:44 WIB
Suasana pasca penyerangan di Polsek Ciracas, Jakarta, Sabtu, (29/8/2020). Polsek Ciracas dikabarkan diserang oleh sejumlah orang tak dikenal pada Sabtu (29/8) dini hari. ANTARA FOTO/Asprilla Dwi Adha/hp.
Foto: ANTARA FOTO/ASPRILLA DWI ADHA

6 Oknum TNI AL Jadi Tersangka

Selain dari Angkatan Darat (AD), ada pula tersangka dari Angkatan Laut (AL) yang ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan penyerangan Polsek Ciracas.
Awalnya Letjen Dodik Widjanarko sebagai Komandan Pusat Polisi Militer (Danpuspom) TNI AD mengatakan ada 50 tersangka yang ditetapkan dari 81 personel yang diperiksa. Dodik menyebut 50 tersangka yang ditetapkan itu seluruhnya berasal dari TNI AD.

Setelahnya Danpuspom TNI Mayjen Eddy Rate Muis mengatakan ada oknum prajurit dari AL yang juga menjadi tersangka. Dia juga menyebutkan ada oknum prajurit TNI Angkatan Udara (AU) yang diperiksa.

"Jadi secara keseluruhan sampai dengan hari ini seluruh prajurit yang diperiksa dari TNI Angkatan Darat, oknum TNI Angkatan Laut, oknum TNI Angkatan Laut berjumlah 106 orang, terdiri dari yang pertama dari oknum TNI Angkatan Darat berjumlah 81 orang, oknum prajurit TNI Angkatan Laut 10 orang, oknum prajurit TNI Angkatan Udara 15 orang," kata Mayjen Eddy dalam jumpa pers, Rabu (9/9/2020).

Eddy lantas menyebutkan ada 6 tersangka dari TNI AL yang ditetapkan di luar dari 50 orang dari TNI AD yang sudah lebih dulu disampaikan Letjen Dodik. Sementara untuk oknum dari TNI AU disebut Eddy masih dalam proses pendalaman.

"Kemudian yang jadi tersangka, seluruhnya dari 3 angkatan, yang sudah jadi tersangka jumlahnya 56 orang, saya ulangi lagi 56 orang dengan perincian oknum prajurit TNI Angkatan Darat 50 orang dan oknum prajurit TNI Angkatan Laut 6 orang, sementara oknum prajurit dari TNI Angkatan Udara masih dalam proses pendalaman," kata Eddy.

Tidak Pernah Bermasalah, Tanggung 4 Adik

Direktur Hukum Angkatan Darat (Dirkumad) Brigjen TNI Tetty Melina Lubis menyebut Prada Ilham sebelumnya tidak memiliki catatan buruk.

"Setelah kejadian ini saya menanyakan bahwa yang bersangkutan tidak pernah bermasalah," kata Tetty dalam jumpa pers di Puspomad, Gambir, Jakarta Pusat, Rabu (9/9/2020).

Tetty mengungkapkan Prada Ilham memiliki tanggungan empat orang adik yang harus dibiayai. Sebab, Prada Ilham sudah tidak memiliki ayah.

"Yang bersangkutan juga mempunyai tanggungan, masih sendiri, dan mempunyai tanggungan empat orang adik-adiknya yang harus dibiayai karena yang bersangkutan juga anak yatim dari Medan," ujarnya.

"Itu yang saya tahu sepanjang setelah kejadian ini saya menanyakan ini orang apa pernah melanggar," sambung Tetty.

Lebih lanjut Tetty mengungkapkan, Prada Ilham merupakan prajurit yang diperbantukan di Badan Pembinaan Hukum (Babinkum) TNI. Prada Ilham diperbantukan sebagai sopir.

"Sampai kemarin baru itu, karena yang bersangkutan BP di Babinkum. BP itu diperbantukan menjadi sopir di Babinkum," kata dia.

Daftar Satuan TNI yang Prajuritnya Terlibat Penyerangan

Status tersangka paling banyak berasal dari satuan Ditjen Hukum Angkatan Darat (Ditkumad).

"Status tersangka, sampai saat ini yang tertinggi adalah dari Ditkumad. Kemudian yang kedua tertinggi dari Hub Kostrad, ketiga tertinggi adalah dari Yon Bekang 1 Kostrad," ujar Komandan Pomdam Jaya Kolonel Cpm Andrey Swatika Yogaswara di Markas POM TNI AD, Rabu (9/9/2020).

Selain itu, Andrey juga menyebutkan tiga satuan yang paling banyak terperiksa. Diantaranya Ditkumad, Batalyon Pembekalan Angkutan 3 Darat (Yon Bekang 3 Darat) dan Perhubungan Kostrad (Hub Kostrad).

"Untuk terperiksa yang paling banyak saat ini dari Ditkumad nomor urut satu. Nomor urut dua dari Yon Bekang 3 Darat, kemudian yang ketiga Hub Kostrad, itu yang terperiksa," kata Andrey.

Pada kesempatan yang sama, Kepala satuan penyidikan Puspom AL Kolonel Budi menyebutkan jumlah tersangka yang sudah ditetapkan dari matra angkatan laut. Dengan jumlah 6 tersangka.