Hadits tentang Pemuda-pemudi Soleh

Tim hikmah detikcom - detikNews
Rabu, 09 Sep 2020 17:45 WIB
Muslim concept. Young muslim woman writing notebook paper, relaxing and enjoying her book.
Foto: iStock/Hadits tentang Pemuda-pemudi Soleh
Jakarta -

Pemuda dan pemudi adalah aset bangsa yang harus dijaga dan dikembangkan potensinya. Kata pemuda disebut dalam Al Quran dengan fataa dan fatayat. Seperti dalam surat Yusuf ayat 30, Al Kahfi ayat 60 dan 62, Al-Anbiya ayat 60, dan An Nisa ayat 25.

Dalam buku 'Pemuda yang Dirindukan Surga' oleh DR. Sulaiman bin Qasim Al 'Ied, disebutkan Ali Bin Abi Thalib pada masa muda sering berada di sisi Nabi Muhammad SAW. Dia mengambil segala sesuatu yang bersumber dari Rasulullah. Selain itu, ada juga Abu Hurairah RA yang berumur 17 tahun.

Dalam jurnal bertajuk Pemuda dalam Al Quran dan Hadits karya Muhammad Anshori dari Ushuluddin UIN Sunan Kalijaga menyebutkan, dalam hadits, kata yang sering disebut untuk menunjukkan pemuda adalah Al-syabaab dan Al-syaab. Kedua kata ini digunakan dalam konteks anjuran untuk menikah bagi yang mampu, perintah untuk menggunakan masa muda sebelum masa tua, dan kategori orang yang masuk dalam naungan Allah pada hari kiamat.

Berikut hadits tentang pemuda-pemudi:

1. Hadits Pemuda berisi anjuran menikah dari HR Muslim:

Utsman berkata, "Wahai Abū Abdurrahman, maukah Anda kami nikahkan dengan seorang budak wanita yang masih gadis, sehingga ia dapat mengingatkan masa lalumu." Abdullah berkata; Jika Anda berkata seperti itu, maka sungguh, Rasulullah saw. telah bersabda kepada kami: "Wahai para pemuda, siapa di antara kalian yang telah memperoleh kemampuan (menghidupi rumah tangga), kawinlah. Karena sesungguhnya, perhikahan itu lebih mampu menahan pandangan mata dan menjaga kemaluan. Dan, barang siapa belum mampu melaksanakannya, hendaklah ia berpuasa karena puasa itu akan meredakan gejolak hasrat seksual."

2. Hadits Pemuda berisi gunakan masa muda sebelum datang masa tua:

Hadits itu diriwayatkan oleh Imam al-Hakim al-Naisaburi dalam al-Mustadrak. Al-Hakim merupakan seorang ulama hadits yang memiliki pengaruh besar dalam kajian hadits. Salah satu haditsnya yang populer Al Mustadrak.

"Dari Ibn Abbās ra, bahwa Nabi saw. pernah memberi nasehat kepada seseorang untuk menggunakan secara maksimal lima hal sebelum datang yang lima pula; masa mudamu sebelum datang masa tua, masa sehatmu sebelum masa sakit, masa kayamu (ketika berkecukupan) sebelum masa fakir (membutuhkan, tidak punya apa-apa), waktu luang, kesempatanmu sebelum masa sibuk, dan masa hidupmu sebelum datang kematian."

3. Hadits pemuda masuk dalam naungan Allah di hari kiamat:

Dari HR Bukhari dan ulama hadits lainnya meriwayatkan:

Dari Abu Hurairah dari Nabi saw. bersabda: Ada tujuh golongan manusia yang akan mendapat naungan Allah pada hari yang tidak ada naungan kecuali naungan-Nya: pemimpin yang adil, seorang pemuda yang menyibukkan dirinya dengan 'ibadah kepada rabbnya, seorang laki-laki yang hatinya terpaut dengan masjid, dua orang laki-laki yang saling mencintai karena Allah, mereka tidak bertemu kecuali karena Allah dan berpisah karena Allah, seorang laki-laki yang diajak berbuat maksiat oleh seorang wanita kaya lagi cantik lalu dia berkata, 'Aku takut kepada Allah', dan seorang yang bersedekah dengan menyembunyikannya hingga tangan kirinya tidak mengetahui apa yang diinfakkan oleh tangan kanannya, serta seorang laki-laki yang berdzikir kepada Allah dengan mengasingkan diri hingga kedua matanya basah karena menangis."

Demikianlah penjelasan hadits tentang pemuda-pemudi. Semoga dari hadits itu menginspirasi pemuda selalu taat kepada Allah SWT.

(nwy/erd)