Gubernur Sumsel Siapkan OKU sebagai Pendukung Lumbung Pangan Nasional

Raja Adil Siregar - detikNews
Selasa, 08 Sep 2020 14:57 WIB
Pemprov Sumsel
Foto: Dok. Pemprov Sumsel
Palembang -

Selain Muara Enim dan Banyuasin, Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru juga mempersiapkan Ogan Komering Ulu sebagai pendukung lumbung pangan nasional. Ia menilai pertanian sebagai sektor andalan. Untuk itu peningkatan dan pembangunan lahan pertanian dinilai perlu dilakukan secara merata di daerah-daerah penghasil pertanian.

"Keberhasilan pertanian di lahan yang ada irigasinya tentu itu hal biasa. Namun, jika gubernur dan bupati datang ke lahan yang mungkin tak dijagokan hasil pertaniannya, itu artinya berpotensi untuk dikembangkan menjadi lumbung pangan," terang Herman Deru kepada wartawan, Selasa (8/9/2020).

Untuk di Kabupaten OKU, Herman Deru mengaku baru Panen Perdana Padi Sawah di Desa Lontar, Muara Jaya, OKU. Meskipun lahan pertanian di Desa Lontar bukan termasuk wilayah irigasi teknis, namun hasil pertaniannya patut diacungi jempol.

"Kita menghargai komitmen para petani di sini yang tetap bersemangat sehingga saat ini bisa melakukan panen dua kali dengan hasil mencapai 4 ton/hektar. Ini sudah cukup baik untuk sawah tadah hujan seperti ini," katanya.

Diketahui, luas lahan pertanian di wilayah OKU seluas 3.387 hektare. Di mana saat ini, hasil panennya mampu mencukupi kebutuhan pangan di kabupaten tersebut.

Meskipun lahannya tak begitu luas, namun Herman Deru meyakini jika hasil pertanian di OKU dapat ditingkatkan. Ia optimistis Bumi Sriwijaya dapat bangkit menjadi salah satu sumber pangan nasional.

"Jangan kalah sama sawah yang memiliki irigasi teknis. Sumsel ini berkomitmen untuk menjadi lumbung pangan nasional dan OKU harus juga berkontribusi. Jika lumbung pangan untuk daerahnya, OKU ini sudah melampauinya. Tinggal bagaimana agar bisa lebih ditingkatkan lagi semangat petani agar punya jiwa entrepreneur," kata Herman Deru.

Tidak hanya itu, Herman Deru memberikan bantuan bibit, alat mesin pertanian kepada petani di OKU. Adapun bantuan berupa 4 unit mesin pemotong padi, 6 unit pompa air 6 unit, 11 unit hand sprayer, 51 ton benih jagung 2020, dan 11 ton benih padi.

"Bantuan ini berupa bibit hingga alsintan agar pertanian disini meningkat sehingga tidak kalah dengan daerah lain. Ini juga sebagai bentuk dorongan kita supaya petani semakin bersemangat," paparnya.

(prf/ega)