Surat Lamaran Kerja 'Anak Medan' Viral, Begini Analisis Gaya Bahasanya

ADVERTISEMENT

Surat Lamaran Kerja 'Anak Medan' Viral, Begini Analisis Gaya Bahasanya

Datuk Haris Molana - detikNews
Selasa, 08 Sep 2020 08:32 WIB
Surat Lamaran Kerja
Ilustrasi surat lamaran kerja (Foto: dok. Thinkstock)

Terlepas dari viralnya surat lamaran kerja 'anak Medan' tersebut, Ara menilai gaya bahasa orang-orang Medan merupakan budaya yang harus diteliti dan dilestarikan. Dia berharap Pemko Medan menjadikan bahasa sebagai salah satu budaya yang harus dilestarikan.

"Kalau tidak salah, sudah ada yang inisiasi pembuatan kamus bahasa Medan. Bahasa merupakan bagian dari budaya. Kalau Pemerintah Kota Medan merasa bahwa bahasa Medan merupakan aset dan perlu dilestarikan, sah-sah saja membuat rumusan untuk mendukung bahasa Medan diakui di level nasional. Akan tetapi memang masih jauh kayaknya sebagai prioritas. Bahasa dan budaya secara umum belum masuk program prioritas di Kota Medan, beda dengan daerah-daerah seperti Yogya, Bandung, Solo, Padang, dan Banda Aceh," ucap Ara.

"Program prioritas di Kota Medan tergambar dari RPJMD yang ada masih berfokus pada masalah banjir, kemacetan, dan kemiskinan. Bisa juga dari ketimpangan dana Dinas Kebudayaan dibandingkan dengan Dinas Pekerjaan Umum. Padahal Medan menghasilkan banyak seniman di masa dulu, ada taman Lili Suheri dan Djaga Depari, yang semuanya seniman," sambung Ara.

Berikut surat lamaran kerja 'anak Medan' yang viral tersebut:

Dengan hormat,

Kutengok semalam di internet, kubaca udah bukak pulak lamaran di kantor Bapak. Jadi kutulis surat ini. Mana tau bisa diterima aku. Diterima sukur, gak diterima gak papa lah.

Seriusnya aku Pak, gak maen-maen aku. Kalau gak percaya Bapak la nanti disuruh apapun maunya aku.

Gini aja la, biar yakin Bapak. Kutarok aja la di surat ini ijazah aku, SKCK ku, surat sehat badan aku, sama surat masih warasnya aku Pak.

Udah la ya Pak. Kepengen kali aku diterima Pak. Tak pande aku bikin surat panjang-panjang. Makasi la Pak.

Hormat aku,
(tanda tangan dan meterai Rp 6.000)


(haf/haf)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT