Ini Peran 3 Anggota Sindikat Internasional Penipuan Ventilator Corona

Kadek Melda Luxiana - detikNews
Senin, 07 Sep 2020 16:46 WIB
Polisi menunjukkan barang bukti uang tunai senilai 56,8 Miliar di Bareskrim Polri, Jakarta, Senin (7/9/2020). Kasus penipuan Internasional ini terkait ventilator dan monitor COVID-19.
Foto: Tiga anggota sindikat penipuan BEC yang diamankan Bareskrim Polri (Rifkianto Nugroho/detikcom)
Jakarta -

Polisi membeberkan peran tiga tersangka dalam kasus penipuan pembelian ventilator dan monitor COVID-19 oleh sindikat internasional. Ketiga tersangka yaitu SB, R dan TP. Peran dari masing-masing tersangka mulai dari pembuat perusahaan fiktif hingga mengurus kelengkapan administrasi palsu.

"Adapun tersangka yang telah diamankan, yaitu saudara SB. Perannya yang bersangkutan mengaku sebagai direktur CV Zhenzhen, direktur CV Mageba dan Zed Trading. Yang bersangkutan membuat perusahaan fiktif dan membuat rekening penampungan," kata Kabareskrim Polri Komjen Listyo Sigit Prabowo saat konferensi pers di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin (7/9/2020).

Kemudian dikatakan Sigit, tersangka kedua berinisial R berperan sebagai komisaris perusahaan palsu bernama CV Zhenzhen. Dia berperan membuat rekening di bank Mandiri Syariah. Selanjutnya tersangka ketiga, yakni TP berperan mengurus kelengkapan berkas dan administrasi palsu.

"Saudara R, peran sebagai komisaris CV Zhenzhen. Membantu membuat rekening CV Zhenzhen. Kemudian saudara TP, membut surat pengajuan pembukaan blokir rekning CV Zhenzhen dan membuat kelengkapan administrasi palsu untuk upaya membuka blokir rekening CV Zhenzhen," ungkap Sigit.

Sigit menuturkan, selain tiga tersangka yang sudah ditangkap, Bareskrim Polri telah menetapkan inisial B sebagai DPO. B sendiri merupakan Warga Negara Asing (WNA).

"Kemudian satu saudara B, WNA, saat ini masih dalam pencarian oleh tim dari Siber Bareskrim Polri," tuturnya.

Sigit menjelaskan awalnya ada perusahaan asal Italia yaitu Althea Italy dan perusahaan asal China yaitu Shenzhen Mindray Bio-Medical Electronics yang melakukan kontrak jual beli terkait peralatan medis ventilator dan monitor COVID-19.