Komjak Mulai Soroti Perjalanan ke Luar Negeri Pinangki

Yulida Medistiara - detikNews
Senin, 07 Sep 2020 13:51 WIB
Anggota Komisi Kejaksaan (Komjak) Barita Simanjuntak menyambangi KPK untuk memastikan operasi tangkap tangan yang dilakukan di lingkungan Korps Adhyaksa. Dia menyebut ada seorang jaksa yang tengah menjalani pemeriksaan.
Ketua Komjak Barita Simanjuntak (Lamhot Aritonang/detikcom)
Jakarta -

Komisi Kejaksaan RI (Komjak) akan memeriksa pihak-pihak terkait dengan kasus jaksa Pinangki Sirna Malasari. Salah satunya Komjak akan turut memeriksa Jaksa Agung Muda Pembinaan (Jambin) Bambang Sugeng Rukmono, yang merupakan atasan Pinangki, terkait aktivitas pelesiran ke luar negeri yang kerap dilakukan Pinangki.

"Kita minta penjelasan," kata Ketua Komjak Barita Simanjuntak saat dihubungi, Senin (7/9/2020).

Diketahui jaksa Pinangki sebelumnya menjabat Kepala Subbagian Pemantauan dan Evaluasi II pada Biro Perencanaan Jaksa Agung Muda Pembinaan. Kini Pinangki telah dijatuhkan hukuman disiplin tingkat berat berupa pembebasan atau nonjob dari jabatan struktural karena terbukti ke luar negeri tanpa izin tertulis dari pimpinan sebanyak 9 kali sepanjang 2019.

Selain itu, Komjak akan memeriksa pihak-pihak lainnya yang diduga terkait dengan kasus Jaksa Pinangki. Sementara itu, apakah Komjak juga akan memeriksa Jaksa Agung ST Burhanuddin, Barita mengungkap Komjak masih mendalami keterangan yang ada secara berjenjang.

"Kita masih mendalami dan minta keterangan dulu secara berjenjang sebab untuk minta keterangan tentu harus ada dasarnya," ujarnya.

Di sisi lain, Komjak juga akan mempelajari laporan hasil pemeriksaan dari Kejagung terkait Kajari Jaksel Anang Supriatna yang sebelumnya viral karena beredar video pertemuan dengan pengacara Djoko Tjandra, Anita Kolopaking. Komjak akan mendalami laporan hasil pemeriksaan itu dengan dokumen yang dimiliki.

"Menyangkut ini sudah ada pemeriksaan pengawasan tentu kami akan sinkronkan dengan data keterangan yang kami peroleh Kamis lalu," ujarnya.

Sebelumnya, Komisi Kejaksaan ternyata sudah meminta keterangan Jan Samuel Maringka, yang merupakan mantan Jaksa Agung Muda Bidang Intelijen Kejaksaan Agung (Jamintel Kejagung). Menurut Komjak, Maringka mengakui pernah menelepon Joko Soegiarto Tjandra alias Djoko Tjandra saat yang bersangkutan berada di luar negeri.

"Benar kami sudah minta keterangan dari yang bersangkutan dan yang bersangkutan sudah menyampaikan keterangan hari Kamis (3/9) lalu," ujar Ketua Komjak Barita Simanjuntak kepada detikcom, Senin (7/9).

"Ada 2 kali (komunikasi telepon Maringka ke Djoko Tjandra) kalau tidak salah tanggal 2 dan 4 Juli 2020," imbuh Barita.

Barita menyebut Maringka beralasan menelepon Djoko Tjandra berkaitan dengan operasi intelijen. Namun saat itu Djoko Tjandra statusnya dalam pencarian kejaksaan.

"Intinya adalah memang (telepon Maringka ke Djoko Tjandra) itu dilakukan dalam rangka operasi intelijen untuk memerintahkan supaya oknum terpidana buron ketika itu Djoko Tjandra menjalani putusan pengadilan dan eksekusi," kata Maringka.

Komunikasi antara Maringka dan Djoko Tjandra itu disebut Barita terjadi pada 2 Juli 2020 dan 4 Juli 2020. Sementara Djoko Tjandra sendiri ditangkap di Kuala Lumpur, Malaysia, pada 30 Juli 2020.

Di sisi lain mengenai peran Maringka sebelumnya sempat dilaporkan Masyarakat Anti-Korupsi Indonesia (MAKI) ke Komjak pada Selasa, 11 Agustus 2020. Saat itu Boyamin Saiman selaku koordinator MAKI meminta Komjak memeriksa pejabat tinggi Kejagung karena diduga menelepon Djoko Tjandra.

"Berkaitan dengan ada dugaan pejabat tinggi di Kejaksaan Agung menghubungi Djoko Tjandra setelah tanggal 29 Juni 2020, artinya setelah Jaksa Agung melakukan pembongkaran Djoko Tjandra sudah masuk Indonesia itu tampaknya masih ada pejabat Kejaksaan Agung, pejabat tinggi melakukan komunikasi dengan Djoko Tjandra melalui telepon dari Jakarta ke Kuala Lumpur. Nah ini saya laporkan," ujar Boyamin Saiman saat itu.

Namun Boyamin enggan membeberkan siapa petinggi kejaksaan yang dimaksudnya. Dia hanya meminta Komjak untuk serius menelusuri perihal pejabat tinggi itu.

(yld/dhn)