Pelanggar Masker Ini Kapok Ditandu Diiringi Tahlil: Rasanya Pengin Mati

Sachril Agustin Berutu - detikNews
Minggu, 06 Sep 2020 10:57 WIB
Pelanggar masker yang ditandu dan diiringi bacaan tahlil (Sachril Agustin Berutu/detikcom).
Foto: Pelanggar masker yang ditandu dan diiringi bacaan tahlil (Sachril Agustin Berutu/detikcom).

Ian Indriawan, warga yang juga terkena hukuman membersihkan makam juga mengaku kaget saat menerima sanksi dari Satpol PP. Ian pun mengaku kapok usai menerima hukuman tersebut.

"Ya itu (dihukum karena) nggak pakai masker. Kapok lah kapok. Tapi sebenarnya bawa, jatuh maskernya," ujar Ian.

Sebelumnya, sejumlah orang yang terjaring razia karena tidak memakai masker saat berolahraga di sekitaran Stadion Pakansari, Cibinong, Kabupaten Bogor disanksi ditandu dan membersihkan makam. Satpol PP menyebut sanksi sosial ini diberikan agar masyarakat sadar.

"Itu untuk biar mengilhami kepada masyarakat. Saking kita ingin memberi perhatian, bahwa kalau anda tidak aware dengan kesehatan anda, tidak aware protokol kesehatan, maka bisa jadi anda betul-betul ditandu, dibawa ke makam," kata Kepala Satpol PP Kabupaten Bogor, Agus Ridho, di Stadion Pakansari, Cibinong, Kabupaten Bogor, Minggu (6/9/2020).

Agus menjelaskan sanksi sosial yang dilakukan petugas Satpol PP berpakaian hazmat dengan menandu dan meminta pelanggar membersihkan makam adalah bentuk inovasi. Dia mengatakan inovasi penting dilakukan agar masyarakat sadar untuk menjaga kesehatan di tengah COVID-19.

"Jadi kalau teman-teman di kecamatan, di Kabupaten Bogor, seluruh anggota Satpol PP di Kabupaten Bogor ini saya minta silahkan berinovasi, yang penting inovasi itu mendidik, tidak menyakiti baik fisik maupun mental dan tidak menyalahi aturan. Karena begini, bahwa yang namanya menyadarkan masyarakat itu sangat sulit sehingga perlu cara-cara agar secara memori mereka bisa teringat selalu," ungkapnya.

Halaman

(gbr/gbr)