Polda Metro Selidiki Laporan Terkait Dugaan Penipuan Bos Jouska

Yogi Ernes - detikNews
Sabtu, 05 Sep 2020 14:38 WIB
Gedung Densus 88 Polda Metro Jaya
Gedung Polda Metro Jaya (Ari Saputra)

Dia menyebutkan kerugian yang dialami oleh klien Jouska ini sudah mencapai angka miliaran. Namun angka pasti masih dalam perhitungan.

Rinto mengatakan Jouska belum ada itikad baik untuk menyelesaikan masalah dengan klien. Sempat ada penawaran penyelesaian namun klien harus menandatangani klausul kerahasiaan proses penyelesaian.

"Draftnya memberatkan klien atau nasabah, ketika tanda tangan itu nasabah tidak boleh kasih info apapun. Seharusnya kalau ada itikad baik ini kan bukan rahasia lagi. Selain itu Jouska belum diketahui kapan akan menyelesaikan pembayaran secara penuh kerugian nasabah," kata dia.

Kini laporan tersebut telah ditangani oleh Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya. Laporan tersebut tertera dengan nomor LP/5.263/IX/YAN.2.5/2020/SPKT PMJ tertanggal 3 September 2020.


Penjelasan Bos Jouska


Sebelumnya, CEO PT Jouska Finansial Indonesia (Jouska) Aakar Abyasa Fidzuno menepis tudingan melampaui kewenangan dengan mengelola dana bahkan melakukan transaksi saham klien. Aakar mengatakan, pihaknya tak pernah melakukan transaksi jual beli saham atas nama Jouska.

"Seluruh advisor dan karyawan Jouska tidak mempunyai akses ke rekening dana nasabah, username, password aplikasi trading saham klien. Hanya ada dua pihak yang memiliki akses ke RDN, username dan password yaitu klien itu sendiri dan broker saham," katanya dalam teleconference, Selasa kemarin (1/9/2020).

Dia mengatakan, tuduhan klien bahwa rekening saham diakses dan diperjualbelikan Jouska tidak benar. Menurutnya, yang terjadi ialah saham klien ditransaksikan oleh broker PT Mahesa Strategis Indonesia. Dia bilang, transaksi itu berdasarkan surat kesepakatan bersama antara klien dan Mahesa.

"Yang terjadi adalah broker dalam hal ini di Mahesa mentransaksikan jual beli saham klien atas kesepakatan tertulis surat kuasa dari klien itu sendiri dalam surat kesepakatan bersama antara klien dengan Mahesa bukan dengan Jouska," ujarnya.

Terangnya, Jouska sendiri memiliki tiga izin usaha yakni lembaga pendidikan lainnya, manajemen konsultasi, dan pengelolaan data. Ia melanjutkan, Jouska dan Mahesa merupakan dua entitas yang berbeda serta tidak memiliki perjanjian kerja sama.

"Mahesa adalah semacam klub broker trading berisi broker-broker saham yang berlisensi di mana saya pemegang saham mayoritas artinya mayoritas pasif artinya selama ini saya tidak aktif terlibat operasional Mahesa," terangnya.

Halaman

(mei/fjp)