Round-Up

Penguatan Narasi Puan Orang Minang Setelah Kontroversi Soal Sumbar

Tim detikcom - detikNews
Sabtu, 05 Sep 2020 06:36 WIB
Ketua DPR Puan Maharani
Puan Maharani (Foto: dok DPR)
Padang -

Ucapan Ketua DPP PDIP Puan Maharani soal Sumatera Barat (Sumbar) jadi kontroversi. Narasi soal Puan sebagai orang Minang kemudian muncul usai ucapan Puan tersebut jadi kontroversi.

Kontroversi terkait ucapan Puan itu berawal saat pengumuman bakal calon yang diusung pada Pilkada Sumbar. Saat itu, Puan menyelipkan harapannya soal Sumbar.

"Rekomendasi diberikan kepada Insinyur Mulyadi dan Drs H Ali Mukhni. Merdeka!" kata Puan, Rabu (2/9/2020).

"Semoga Sumatera Barat menjadi provinsi yang memang mendukung Negara Pancasila," begitu kata Puan.

Polemik kemudian muncul. Kritik hingga imbauan agar Puan meminta maaf muncul dari sejumlah pihak.

Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto kemudian memberikan penjelasan terkait harapan Ketua DPR RI itu. Hasto menyebut harapan Puan agar Sumbar mendukung negara Pancasila dalam aspek kebudayaan dan nasionalisme. Dia berharap hal tersebut bisa diterapkan di dalam kehidupan bernegara.

"Yang dimaksudkan Mbak Puan dan sebagaimana seluruh kader partai mengingatkan bagaimana Pancasila dibumikan tidak hanya di Sumatera Barat, tetapi di Jawa Timur, di seluruh wilayah Republik Indonesia, Pancasila harus dibumikan," kata Hasto.

Terbaru, Politikus PDIP Arteria Dahlan, juga membela Puan. Dia mengatakan Puan merupakan orang Minang dan memastikan ucapan Puan tak bermaksud menyinggung masyarakat Sumbar.

"Saya pastikan tidak ada maksud sedikit pun dari Mbak Puan untuk menyinggung perasaan warga masyarakat Minang, baik yang berada di Sumbar maupun di tanah rantau. Mbak Puan itu orang Minang, ayahnya almarhum Pak Taufiq beliau itu datuk, Datuk Basa Batuah, orang Batipuh, Kabupaten Tanah Datar, Provinsi Sumatera Barat, bahkan ibunya, Ibu Megawati Soekarnoputri, pun memiliki darah Minang bergelar Puti Reno Nilam, nenek beliau Ibu Fatmawati, anak dari seorang tokoh Muhammadiyah di Bengkulu," kata Arteria kepada wartawan, Jumat (4/9/2020).

Selanjutnya
Halaman
1 2