Penguatan Narasi Puan Orang Minang Setelah Kontroversi Soal Sumbar

ADVERTISEMENT

Round-Up

Penguatan Narasi Puan Orang Minang Setelah Kontroversi Soal Sumbar

Tim detikcom - detikNews
Sabtu, 05 Sep 2020 06:36 WIB
Ketua DPR Puan Maharani
Puan Maharani (Foto: dok DPR)

Puan, kata Arteria, sangat terlihat sebagai orang Minang. Wakil Ketua Umum DPP Ikatan Keluarga Minang se-Indonesia ini berharap warga Sumbar khususnya masyarakat Minang bijaksana menyikapi ucapan Puan.

"Ayah beliau dalam semua kesempatan selalu dengan bangganya mengatakan bahwa dirinya orang Minang. Beliau menunjukkan keberpihakannya dengan mencoba memasukkan banyak orang Minang untuk diberikan kesempatan baik di partai, eksekutif, maupun legislatif. Tokoh-tokoh Minang yang ada saat ini termasuk yang berada di TNI Polri pun pastinya banyak dibantu oleh beliau. Saya pribadi sebagai bukti keberpihakan Pak Taufiq, Ibu Mega dan Mba Puan terhadap anak-anak muda asal Minangkabau," papar anggota Komisi III DPR ini.

"Harusnya orang Minang menjaga Mbak Puan, beliau aset dan sekaligus kebanggaan orang Minang. Harus kita jaga. Kan harusnya orang Minang bangga, khususnya perempuan Minang bangga, punya Ketua DPR RI pertama kalinya yang perempuan, dan perempuan Minang pula," sambung Arteria.

Terlepas dari ucapan Arteria, Puan juga pernah mengungkapkan dirinya sebagai orang Minang. Hal itu disampaikan saat dirinya berkunjung ke Sumatera Barat sebagai Menko PMK pada 2017 lalu.

Puan saat itu berkunjung ke Rumah Gadang Datuak Kayo di Batipuh. Sebelum memasuki rumah gadang, kepada Puan dipasangkan selendang songket atau sulaman, lalu diundang mencicipi makan bajamba oleh Datuak Kayo dan keluarganya.

Makan bajamba sendiri merupakan tradisi makan yang dilakukan masyarakat Minangkabau dengan cara duduk bersama dalam satu tempat yang telah ditentukan. Tradisi ini ditujukan untuk menunjukkan rasa kebersamaan tanpa melihat perbedaan status sosial.

Nah, dalam kesempatan itu Puan mengungkapan dirinya juga punya darah Minang. Almarhum ayahnya, Taufiq Kiemas, disebut Puan memiliki keturunan warga Sikumbang di Tanah Datar dari garis ibu, sehingga bergelar Datuk Basa Batuah. Sedangkan Ibunya, Megawati Soekarnoputri, diberi gelar Puti Reno Nilam, yang dikukuhkan pada 2003.

"Sehingga datang ke Ranah Minang bagi kami adalah pulang ke kampung halaman," tutur Puan.


(haf/haf)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT