Oknum TNI Penyerang Polsek Ciracas Dinilai Salah Tafsirkan Jiwa Korsa

Sachril Agustin Berutu - detikNews
Jumat, 04 Sep 2020 19:03 WIB
Polsek Ciracas, Jakarta Timur
Polsek Ciracas (Sachril Agustin Berutu/detikcom)
Jakarta -

Motif 29 oknum prajurit TNI yang menjadi tersangka karena menyerang Polsek Ciracas, Jakarta Timur (Jaktim), adalah tidak percaya pada keterangan polisi. Pengamat militer sekaligus Direktur Imparsial Al Araf menilai tindakan tersebut tetap tidak dibenarkan karena merupakan main hakim sendiri.

"Pertama, apa pun tindakan kekerasan main hakim sendiri alasannya, tidak bisa dibenarkan. Karena main hakim sendiri tidak dibenarkan dalam negara hukum. Karena itu, menurut saya, ini cermin dari rendahnya penghormatan terhadap prinsip negara hukum," kata Al Araf saat dihubungi, Jumat (4/9/2020).

"Yang kedua, problem ini hanya di hilir, di hulu belum diselesaikan. Apa problem hulunya, yakni kesalahan tentang menafsirkan semangat esprit de corps itu atau korsa itu. Sering kali semangat korsa itu secara bersamaan disalahartikan tindakan seperti itu," imbuhnya.

Dihubungi terpisah, pengamat militer dari Universitas Padjadjaran, Muradi, mengatakan oknum TNI bisa melakukan perusakan karena ada diliputi kemarahan yang tinggi. Menurutnya, massa yang sedang marah hanya ingin melakukan pembalasan.

"Jadi, jangankan... massa umum (warga sipil) saja yang harusnya patuh sama polisi saja, (bisa) marah. Apalagi ini orang yang punya persepsi yang kurang-lebih tidak percaya sama polisi. Makanya kemudian mereka (TNI) merasa bahwa penjelasan (polisi) itu hanya untuk menenangkan, bukan untuk memberikan efek yang lain," terang Muradi.

Untuk diketahui, Puspom TNI telah menyelidiki penyerangan Polsek Ciracas, Jakarta Timur, oleh sekitar 100 oknum prajurit TNI. Motif penyerangan itu pun diungkap.

"Motif perbuatan para tersangka sebagai berikut: pertama, melakukan tindakan balasan terhadap pengeroyokan yang dilakukan terhadap Prada MI meskipun kenyataannya dari hasil penyelidikan Prada MI menyampaikan berita bohong," ujar Komandan Puspom TNI AD (Danpuspomad) Letjen Dodik Widjanarko dalam konferensi pers di Markas Puspom TNI AD, Jl Medan Merdeka Timur, Jakarta Pusat, Kamis (3/9).

Menurut Dodik, rekan-rekan Prada MI ini tidak puas atas keterangan Polsek Ciracas. Oleh karena itu, mereka melakukan penyerangan sebagai bentuk kemarahan.

"Dua, merasa tidak puas dan tidak percaya atas keterangan dari pihak polsek bahwa Prada MI mengalami kecelakaan tunggal," ucap Dodik.

(zak/zak)