Hartono Karjadi, DPO Pemalsuan Akta Bisnis Tomy Winata Ditangkap

Angga Riza - detikNews
Jumat, 04 Sep 2020 17:10 WIB
Ditreskrimsus Polda Bali menangkap bos Hotel Kuta Paradiso, Hartono Karjadi (dok. Istimewa)
Ditreskrimsus Polda Bali menangkap bos Hotel Kuta Paradiso, Hartono Karjadi (Foto: dok. Istimewa)
Denpasar -

Ditreskrimsus Polda Bali menangkap bos Hotel Kuta Paradiso, Hartono Karjadi. Hartono masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) terkait kasus dugaan pemberian keterangan palsu dalam akta autentik yang dilaporkan oleh kuasa hukum pengusaha ternama Tomy Winata (TW).

Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dirkrimsus) Polda Bali Kombes Yuliar Kus Nugroho menjelaskan Hartono ditangkap pada Kamis (3/9) malam.

"Iya (ditangkap) semalam. Hartono Karjadi adalah buron Polda Bali yang selama ini diburu," kata Yuliar saat dihubungi detikcom, Jumat (4/9/2020).

Yuliar menambahkan Hartono Karjadi masuk dalam red notice Interpol. Polda Bali menangkap Hartono setelah dideportasi dari Hong Kong karena melanggar aturan keimigrasian.

"Terakhir buron yang sudah masuk red notice Interpol ini ternyata melanggar aturan keimigrasian di Hong Kong karena diketahui overstay dan kemudian dideportasi ke Indonesia. Karena (dia) masih berstatus buron Polda Bali, kami mengirim tim untuk menjemput yang bersangkutan di Jakarta untuk dibawa ke Bali," jelas Yuliar.

Dia mengatakan Hartono Karjadi ditetapkan masuk DPO sejak Maret 2019.

Sebelumnya, Polda Bali menangkap adik Hartono Karjadi, Harijanto Karjadi, pada Rabu (31/7/2019) malam lewat Kepolisian Diraja Malaysia di Bandara Malaysia. Dia ditangkap saat akan terbang ke Hong Kong dan langsung diterbangkan pulang ke Indonesia, Kamis (1/8). Harijanto telah ditetapkan sebagai DPO sejak 13 September 2019.

Hartono Karjadi dilaporkan kuasa hukum dari Tommy Winata (TW) ke Polda Bali bersama Harijanto Karjadi dengan nomor laporan LP/74/II/2018/SKPT/Polda Bali tanggal 27 Februari 2018. Dalam laporan itu, Hartono diduga memberikan keterangan palsu dalam akta autentik dan/atau penggelapan dan/atau pencucian uang sebagaimana dimaksud dalam Pasal 266 KUHP dan/atau Pasal 372 KUHP dan/atau Pasal 3, 4, dan Pasal 5 UU RI Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU).

Dalam kasus ini, Mahkamah Agung (MA) membatalkan putusan Pengadilan Tinggi (PT) Denpasar yang melepaskan pengusaha Harijanto Karjadi. MA menyatakan Harijanto memalsukan surat sehingga merugikan pengusaha Tomy Winata (TW) dan dihukum 2 tahun penjara.

Selanjutnya
Halaman
1 2