6 Bulan Berlalu, Kapan Sebenarnya Corona Masuk Indonesia?

Tim detikcom - detikNews
Rabu, 02 Sep 2020 11:19 WIB
Ilustrasi Corona (Fauzan Kamil/detikcom)
Foto Ilustrasi Corona (Fauzan Kamil/detikcom)

Di sisi lain, Pandu melihat Pemerintah terlambat mengantisipasi karena ada pejabat yang mengatakan COVID-19 tidak mungkin masuk ke Indonesia. Padahal beberapa wilayah di Indonesia memiliki jalur penerbangan langsung menuju Wuhan yang diduga jadi titik awal kemunculan virus mematikan ini.

Pandu yakin terdapat kemungkinan masyarakat Indonesia yang telah melakukan perjalan ke Wuhan membawa virus ini ke daerah tempat tinggalnya. Pasalnya, penderita COVID-19 juga ada yang tidak menunjukkan gejala seperti demam ataupun nafas sesak.

"Pada saat Wuhan jadi pandemi, itu menyebar ke Indonesia. Di Asia Tenggara, Indonesia ini paling tinggi karena ada penerbangan langsung ke Wuhan, Medan, Denpasar, Jakarta, dan sebagainya. Jadi tidak mungkin Indonesia lepas dari pandemi ini," katanya.

Sementara itu, Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Corona, dr Achmad Yurianto mengatakan dirinya tidak mengetahui atas temuan FKM UI. Yuri menyebut dirinya tidak pernah diberi tahu perihal temuan dari akar FKM UI.

"Sebaiknya menanyakan ke UI, karena saya juga tidak pernah dikasih tahu jika memang mereka menemukannya," kata Yuri, Senin (20/4).

Yuri kemudian menanyakan kenapa FKM UI baru mengungkap temuannya saat ini. Dia menyebut jika temuan itu diyakini benar mengapa tidak diungkap saat itu juga.

"Pertanyaannya kenapa baru bilang sekarang tidak di saat mereka meyakini ada kasus yang masuk ke Indonesia," katanya.

Terkait hal itu, Pandu mengatakan pihaknya melakukan analisis berdasarkan laporan dari pemerintah. Namun, menurutnya pemerintah tidak memanfaatkan data itu dengan baik.

Pandu juga menyentil pernyataan sejumlah pejabat yang terlalu percaya diri mengatakan Indonesia bebas virus Corona. Padahal, sambung dia, kasus Corona sudah dilaporkan sejak Januari dan Februari tapi sikap pemerintah terus membantah.

"Laporannya berdasarkan tes tapi kan pada awal bulan Januari, Februari itu pada Februari itu kasus yang ditemukan itu sudah dites itu masih negatif, itu artinya banyak orang menduga memang kita belum siap melakukan tes itu, reagennya belum tersedia atau reagen salah," ujar dia.

Pandu juga mencontohkan kasus positif 1 dan 2 yang awalnya didiagnosis penyakit lain. Menurut dia, tidak ada peringatan dini dari pemerintah untuk menghadapi kemungkinan besar Corona sudah menyebar di Indonesia.

Enam bulan berlalu, kasus Corona di Indonesia per 1 September telah mencapai 177.571 kasus dan tersebar di 488 kabupaten/kota di 34 provinsi Tanah Air.

Kasus sembuh Corona juga bertambah sebanyak 2.098. Total kasus sembuh Corona kini menjadi 128.057. Sedangkan kasus kematian akibat Corona bertambah 88 kasus. Jadi total menjadi 7.505 orang meninggal karena Corona.

Halaman

(rdp/dnu)