100 Dokter Meninggal karena Corona, Jokowi Berbelasungkawa

Marlinda Oktavia Erwanti - detikNews
Rabu, 02 Sep 2020 08:25 WIB
Presiden Jokowi
Presiden Jokowi (Foto: Muchlis Jr-Biro Pers Setpres)
Jakarta -

Sebanyak 100 dokter meninggal dunia karena virus Corona (COVID-19). Presiden Joko Widodo (Jokowi) pun menyampaikan dukacita.

Belasungkawa dari Jokowi itu disampaikan Juru Bicara Presiden, Fadjroel Rachman, melalui keterangan tertulis, Rabu (2/8/2020). Fadjroel mengatakan Jokowi turut memberikan apresiasi sebesar-besarnya kepada seluruh tenaga medis.

"Presiden Joko Widodo menghaturkan belasungkawa sedalam-dalamnya terhadap tenaga medis yang meninggal dunia (Selasa, 1/9) di Istana Bogor. Presiden juga memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada tenaga medis yang bekerja sangat keras dan sangat baik sejak pandemi COVID-19 melanda Indonesia, berjibaku tanpa sekat apapun, dengan penuh dedikasi dan profesional," kata Fadjroel.

"Presiden sekali lagi mengucapkan dukacita sedalam-dalamnya, termasuk kepada keluarga mereka yang ditinggalkan agar tetap disabarkan-Nya," imbuhnya.

Fadjroel mengatakan Jokowi tak lelah mengingatkan seluruh masyarakat agar disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan. Sebab, kata dia, hal itu dapat meringankan pekerjaan para tenaga medis yang berjuang menangani COVID-19.

"Presiden tak lelah-lelahnya mengingatkan seluruh masyarakat Indonesia agar lebih disiplin menerapkan protokol kesehatan untuk dapat meringankan pekerjaan tenaga medis. 'Ayo memakai masker!' seru Presiden Joko Widodo," kata Fadjroel.

Saling mengingatkan serta bergotong royong kebangsaan dan kemanusiaan, kata Fadjroel, adalah kunci disiplin penanganan pandemi COVID-19. Selain itu, kunci dalam pemulihan ekonomi nasional untuk keselamatan, kesehatan, dan keberlanjutan hidup seluruh rakyat Indonesia.

"Presiden juga menegaskan tiga strategi pemerintah untuk menyediakan vaksin COVID-19: 1. Mencari vaksin yang diproduksi pihak mana pun di seluruh dunia; 2. Kerja sama riset dan produksi Bio Farma, perguruan tinggi, lembaga dalam dan luar negeri; 3. Riset vaksin Merah-Putih oleh Lembaga Biologi Molekuler Eijkman," tuturnya.

Lebih lanjut, Fadjroel mengatakan, masyarakat menjadi garis depan dalam memutus mata rantai penyebaran COVID-19. Karena itu, kedisiplinan masyarakat merupakan kunci agar tenaga medis di rumah sakit tak kewalahan.

"Pemerintah mengajak setiap orang untuk disiplin memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak agar rumah sakit dan tenaga medis tidak kewalahan dalam menangani pasien COVID-19, dan berakibat kurang baik kepada tenaga medis. Masyarakat menjadi garis depan memutus rantai penyebaran COVID-19," ujarnya.

Tonton video 'Sudah 100 Dokter Gugur Akibat Covid-19, Komisi IX Soroti Kemenkes':

[Gambas:Video 20detik]



Selanjutnya
Halaman
1 2